BATARAMEDIA.COM | Kepulauan Selayar Pemeriksaan secara marathon terhadap puluhan saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Runway Strip Bandar Udara H Aroeppala Padang yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.165.875.000,- sudah berhasil dirampungkan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar yang terdiri dari Adi Nuryadin Sucipto, SH MH yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Juniardy Windraswara, SH MH selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan La Ode Fariadin, SH sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intelijen). Pemeriksaan terhadap 16 orang saksi hanya membutuhkan waktu satu bulan yang dimulai sejak pertengahan Mei hingga awal Juni 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar, Adi Nuryadin Sucipto kepada media ini mengungkapkan,” Pada 19 Mei lalu, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di Kantor UPP Bandar Udara H Aroeppala Padang dengan membawa Surat Perintah (Sprint) Nomor : 218/P.4.28/Fd.1/05/2021 dan disertai Surat Izin Penggeledahan dari Pengadilan Negeri (PN) Selayar bernomor : 7/Pen.Pid/2021/PN.Slr bertanggal 18 Mei 2021. Dari hasil penggeledahan ini oleh tim penyidik Kejari Selayar terus melakukan pengembangan sehingga sampai saat ini sudah memeriksa sebanyak 16 saksi, termasuk mantan Kepala UPP Bandara H Aroeppala Padang yang berinisial IA sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

READ  Sikapi kasus penahanan wartawan, PWMOI Sulsel siap beri dampingan Hukum

Selain itu juga sudah memeriksa oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), CU, IEPS (PPK 2016), R adalah bendahara pengeluaran, GT (PPSPM), M seorang staf teknis, MSR sebagai pengawas lapangan, AS selaku Direktur CV Kertas Konsultan, SS dan RJJ masing-masing sebagai anggota Pokja, IEF (Sekretaris Pokja) dan N sebagai Ketua Pokja. Disamping itu, Direktur PT Nur Pasimbungan Jaya yang berinisial BB juga sudah diperiksa, J sebagai pelaksana lapangan dan MIN selaku Direktur Global Madanindo serta MSK sebagai Site Enginer PT Global Madanindo Konsultan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi oleh tim penyidik telah menemukan beberapa fakta yang sangat mengejutkan dan kompleks seputar modus operandi yang menimbulkan carut marut terhadap aktivitas kegiatan Runway Strip Bandara H Aroeppala Padang tahun anggaran 2018. Olehnya itu, pihak Kejari Kepulauan Selayar mengharapkan adanya dukungan penuh dari masyarakat Selayar dan pegiat Lembaga Anti Korupsi untuk tetap memberikan dukungan terhadap langkah yang dilakukan oleh tim penyidik dalam memberantas praktek-praktek dan dugaan tindak pidana korupsi di Bumi Tanadoang.” ungkap Kasi Intelijen Kejari, La Ode Fariadin yang dikirimkan via WhatsAppnya kepada media ini sekitar pukul 22.42 Wita malam ini.

READ  Polisi Harus Usut Tuntas Pemalsuan Surat Test Antigen RS.Universitas Indonesia Timur (UIT).

Ketika ditanya, apakah masih ada saksi-saksi lain yang akan diperiksa selain dari ke 16 orang ini ? La Ode Fariadin dengan spontanitas menjawab,” Ya, masih ada, pak. Panggilannya sudah kita layangkan dengan tujuan untuk melengkapi dan menyempurnakan keterangan para saksi sebelumnya.” pungkasnya.

Sebelumnya Kajari Selayar, Adi Nuryadin Sucipto melalui Kasi Intelijennya juga pernah mengungkapkan bahwa pelaksanaan penggeledahan pada 19 Mei lalu berawal dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Selatan tahun 2018. Dari hasil temuan ini menimbulkan kelebihan bayar sekitar Rp 8 miliar terkait pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Runway Strip dan setelah dilakukan proses penyelidikan maka didapatkan fakta-fakta adanya ketidaksesuaian antara laporan progres pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan PT Nur Pasimbungan Jaya dengan kondisi riil di lokasi.” ungkapnya.

READ  ada apa dengan kejaksaan luwu timur ? kasus dugaan spj fiktif tp pkk di duga mangkrak

Proyek pembangunan Runway Strip Bandara H Aroeppala tahun anggaran 2018 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perhubungan di Jakarta. Bekas Kepala UPP Bandara H Aroeppala Padang, IA ketika dikonfirmasi via WhatsAppnya pada 22 Mei lalu hanya memilih bungkam. ” Tabe Daeng, saya no coment dulu iyye.” Lagian kan ini kasus sudah dalam proses di Kejari Selayar.” katanya singkat.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB