BATARAMEDIA.COM |Mustafa mantan Kepala Desa Menara Indah dua periode (2007 – 2013 dan 2013 – 2019) di Kecamatan Bontomate’ne Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan ditengarai banyak meninggalkan bengkalaian. Diantaranya proyek pembangunan alur masuk dermaga dan pemeliharaan tanggul sebelah barat pemukiman penduduk dengan anggaran sebesar Rp 167.788.000,- akan tetapi yang dapat direalisasikan hanya dikisaran Rp 24.638.000,- Proyek yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2018 hingga saat ini belum dilakukan pengerukan. Karena itu, terdapat selisih Rp 143.250.000,- Disamping itu, pada kegiatan dibidang sarana dan prasarana pemerintahan desa berupa belanja meteran listrik sebanyak 15 buah dengan total anggaran Rp 15 juta juga belum dapat direalisasikan hingga masa jabatannya berakhir pada 2019 lalu.

Selanjutnya dibidang koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa alat pertukangan satu set senilai Rp 4.816.291,- juga tidak dapat direalisasikan. Dan pada bidang kegiatan kelautan dan perikanan berupa satu buah mesin merk Jiandong kapasitas 10 PK tidak tidak dapat direalisasikan padahal anggarannya mencapai Rp 5 juta.” ungkap M salah seorang tokoh masyarakat setempat ketika media ini melakukan investigasi di Desa Menara Indah, Kamis (10/06/21) lalu.

Ia juga menyebut pembangunan gedung sarana olahraga berupa lapangan futsal yang terletak diujung timur pemukiman penduduk Menara Indah. Lapangan Futsal ini telah dianggarkan melalui APBDesa selama tiga tahun anggaran. Namun faktanya hingga saat ini belum juga dapat dirampungkan. Dalam realisasi pertanggungjawabannya senilai Rp 194.822.272,- namun realisasi fisiknya cuma dikisaran Rp 116.927.372,- sehingga didapatkan selisih senilai Rp 77.894.900,- Sedangkan untuk biaya pemeliharaan kantor desa dianggarkan senilai Rp 14.725.000,- akan tetapi realisasi fisiknya hanya Rp 4.795.000,- sehingga terdapat selisih Rp 9.930.000,- Sehingga dari total anggaran kedua item kegiatan ini senilai Rp 209.547.272,-sedangkan realisasi fisiknya hanya Rp 121.722.372,- Karena itu terjadi selisih Rp 87.824.900,-

READ  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Peroleh Tanggapan Dari Mabes Polri dan Kompolnas

Temuan ini diakibatkan karena kelalaian mantan Kepala Desa Menara Indah, Mustafa dalam membuat pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya sehingga telah menimbulkan kerugian keuangan desa senilai Rp 87.824.900,- Kemudian saldo kas akhir tahun anggaran 2019 yang belum disetor ke rekening kas desa senilai Rp 40 juta. Dari hasil konfirmasi kepada bendahara desa serta mantan kepala desa telah diketahui bahwa sisa dana itu merupakan biaya pengadaan solar cell yang nilainya Rp 40 juta yang disetor kepada bekas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kepulauan Selayar, Andi Irsan, S.STP. Yang persoalannya telah ditangani oleh aparat penegak hukum dan saat ini sudah berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.” ungkap sumber itu.

READ  Terkait Dugaan Korupsi Bandara H Aroeppala Padang Djusman AR Suppor Kejari Kepulauan Selayar

Selain itu juga terdapat penyaluran barang yang diserahkan kepada masyarakat yang tidak sesuai dengan yang tertuang dalam APBDesa Menara Indah tahun 2019 dengan nilai Rp 28.448.000,- yaitu berupa fiber penampung air sebanyak 16 buah. Dan termasuk pertanggungjawaban perjalanan dinas ganda dengan nilai Rp 650.000,- ” tambahnya.

Sumber lain juga mengemukakan jika ini belum termasuk dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 untuk pembangunan tanggul pemecah ombak senilai Rp 170.500.000,- dan tahun 2017 sebesar Rp 195.000.000,- pada bagian sebelah barat pemukiman penduduk. Proyek ini sudah hancur dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Menara Indah. Selain itu, juga pembangunan sumur bor tahun 2018 yang sampai saat ini tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Disamping pengadaan sampang fiber yang ditengarai fiktif pada tahun 2018 sebesar Rp 90 juta untuk 12 unit.

Mantan Kepala Desa Menara Indah, Mustafa ketika dihubungi via selulernya pada 16 Juli lalu mengakui beberapa bengkalaian itu. Hanya saja dirinya akan kembali mempertanyakan mengenai besaran anggarannya kepada bendahara, Andi Rosi yang saat ini sedang menjabat sebagai Sekretaris Desa Menara Indah. Kita tunggu saja informasi lebih lanjut karena akan saya tanya mantan bendahara saya, Andi Rosi.” pinta dia.

READ  Menantu Pak Camat Di Laporkan Ke Polisi, Begini Tanggapan Istrinya

Untuk pembangunan alur masuk pelabuhan memang belum dapat direalisasikan seratus persen hingga masa jabatannya berakhir di tahun 2019. Sebab itu dibutuhkan pengerukan untuk dapat kapal-kapal kayu tradisional masuk dipinggir pantai. Sedangkan lapangan futsal itu sudah dianggap selesai sesuai penganggarannya. Dan memang hanya sampai pada kondisi yang ada saat ini. Lapangan futsal ini telah dianggarakan selama tiga tahun (2017 – 2019) meskipun sedikit lupa memgenai besaran dananya.

Dan terkait pengadaan 12 unit sampang yang besaran anggarannya mencapai hampir Rp 100 juta itu sudah kita realisasikan. Hanya saja belum dibagikan kepada masyarakat penerima dan berakhir masa jabatan saya selaku Kepala Desa Menara Indah.” katanya.

Dugaan kasus korupsi ini juga sementara dalam proses penyelidikan Kejaksaan Ngeri (Kejari) Kepulauan Selayar melalui Kepala Seksi Intelijen yang sudah melakukan pengecekan ke lokasi di Desa Menara Indah pada 27 Juni 2021 yang lalu.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB