BATARA MEDIA.COM – Makassar// Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif memberikan dana hibah senilai 3,3 Triliun untuk menjaga keberlangsungan usaha sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19. Dan melalui pemerintah daerah Kementerian Pariwisata juga telah mengantongi data data pengusaha yang akan mendapatkan dana hibah tersebut.

Sulawesi Selatan khususnya untuk Kota Makassar mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata sebesar Rp.48.8 Miliar dimana 70 % atau Rp.34.16 Miliar dialokasikan untuk membantu usaha Hotel dan Restoran sedangkan 30% atau Rp.14.64 Miliar lainnya khusus untuk menunjang Sektor Pariwisata di Kota Makassar.

Pertanyaan Besar, Kenapa Pj.Walikota Makassar tiba tiba mengembalikan dana hibah tersebut pada kondisi COVID-19, dimana Industri Pariwisata sedang terpukul dan membutuhkan dana tambahan yang bisa membantu operasional Industri Pariwisata.

READ  Kungker ke Bone,Prof.Jufri Sidak SMAN.5 & SMKN.9,serta meninjau bangunan Islamic centre

DItemui Awak Media, Rabu (13/01/2020) Halim, SH, Pemerhati Pariwisata sekaligus Pengurus Teras Media Online , Ketua LSM Komando Pejuang Merah Putih Makassar menyampaikan bahwa masyarakat dan pelaku usaha pariwisata serta restoran sangat kecewa atas keputusan Pj.Walikota Makassar yang mengembalikan dana hibah tersebut. Sebagai pemimpin seharusnya memiliki rasa sense of duty and sense of belongging pada kondisi perekonomian rakyatnya yang tidak stabil di masa pandemi Covid-19, “Ujarnya.

 

Penulis ; HL

Editor.   ; TS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here