Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Peroleh Tanggapan Dari Mabes Polri dan Kompolnas

689

BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar Ternyata laporan Rasman Alwi alias Aco bin Muhammad Alwi Husaian (42) warga Jl Jenderal Sudirman Benteng tentang dugaan pemalsuan dokumen bukan hanya dilaporkan kepada Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan di Makassar akan tetapi kasus yang melilit oknum Notaris MRZ dan SBN seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini juga sudah disampaikan ke Markar Besar Kepolisian Republik Indonesia ( Mabes Polri) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta.

Sekitar awal Januari 2021, Rasman Alwi mengaku telah menerima surat dari Mabes Polri melalui Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Iwan Kurniawan, S.Ik, M.Si dari Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta dengan Nomor : B/56/I/Res.7.5/2021/Bareskrim dengan perihal Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan. Surat dari Mabes Polri ini telah merujuk pada Laporan Polisi Nomor : LP/B/171/IX/2019/SPKT Res Kep Slyr bertanggal 10 September 2019 yang dilaporkan oleh Rasman Alwi mengenai dugaan tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan terlapor Alfian Pramana yang ditangani oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar Polda Sulsel.

Juga didasari pada surat pengaduan yang dilayangkan oleh Rasman Alwi pada 30 Oktober 2020 mengenai permohonan perlindungan hukum dan keamanan jiwa. Oleh sebab itu, oleh Biro Pengawasan Penyidikan Badan Reserse Kriminal Polri telah memerintahkan kepada jajaran Polda Sulsel dan Polres Selayar agar segera menindaklanjuti dan melakukan pengawasan serta penyidikan terhadap penanganan perkara dan laporan ini secara profesional, proporsional, obyektif, transparan dan akuntabel.

READ  Kontrak Kerja Penimbunan Pasar Keppe Dibatalkan PPK L-KONTAK Siap Laporkan Ke APH

Oleh Mabes Polri kembali menyampaikan kepada korban dugaan penipuan, Rasman Alwi pada 31 Mei 2021 dengan surat bernomor : B/4327/V/Res.7.5/2021/Bareskrim tentang Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan Ke 1 yang ditandatangani oleh Kepala Biro Pengawasan Penyidikan pada Bareskrim Polri, Brigjen Iwan Kurniawan, S.Ik, M.Si dengan merujuk pada Laporan Polisi Nomor : LP/171/Res.1.11/IX/2019/Res.Kep.Slyr tanggal 10 September 2019 dan surat pengaduan masyarakat yang dilayangkan oleh Rasman Alwi pada 29 Januari 2021 serta surat Koorspripim Nomor : B/453/III/WAS.2.4/2021/Spripim tanggal 10 Maret 2021.” Demikian diungkapkan Rasman Alwi kepada media sore tadi.

Kemudian oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada tanggal 14 Januari 2021 telah menyurat kepada kami yang ditandatangani oleh Sekretaris, Dr Benny Jozua Mamoto, SH, M.Si dengan merujuk pada surat keluhan Rasman Alwi yang diterima Kompolnas pada 26 Nopember 2020 dengan Nomor Reg : 2224/21/Res/XI/2020/Kompolnas tanggal 21 Desember 2020 dan telah disampaikan surat permohonan klarifikasi kepada Kapolda Sulsel sesuai surat Ketua Kompolnas Nomor : B/2224A/Kompolnas/2021 bertanggal 14 Januari 2021 untuk ditindaklanjut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

READ  Ratusan Netizen sesalkan pelayanan SPBU Puncak indah Malili

Sementara itu pada pertengahan April 2021, korban penipuan Rasman Alwi kembali menerima surat kedua dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bernomor : B/548B/Kompolnas/4/2021 bertanggal 19 April 2021 dengan merujuk pada keluhan Rasman Alwi yang diterima Kompolnas pada 22 Maret 2021 dengan Nomor Reg : 548/21/Res/III/2021/Kompolnas dan telah disampaikan surat permohonan klarifikasi kepada Kapolda Sulsel sesuai surat Ketua Kompolnas Nomor : B/548A/Kompolnas/4/2021 tanggal 19 April 2021 untuk ditindaklanjuti. Surat Kompolnas ini ditandatangani oleh Sekretaris Kompolnas atas nama Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Dr Benny Jozua Mamoto, SH, M.Si.” tambahnya.

Dikatakan Rasman Alwi kepada media ini, Rabu (29/09/21) sekitar pukul 17.00 Wita jika dirinya baru saja pulang dari Bank BRI Cabang Selayar. ” Kami baru saja pulang dari Bank BRI Cabang Selayar dengan membawa print out rekening koran. Berdasarkan tanda bukti transfer yang dilakukan oleh Alfian Pramana kepada kami yang dimulai sejak awal Nopember 2018 hingga akhir Juni 2019 sudah mencapai Rp 915 juta. Diantaranya pada 1 Nopember 2018 senilai Rp 100 juta, 2 Nopember 2018 senilai Rp 150 juta, 6 Desember 2018 senilai Rp 100 juta dan pada 11 Desember 2018 senilai Rp 100 juta. Sehingga total dana yang dikirim oleh Alfian Pramana kepada kami via rekening senilai Rp 450 juta dalam tahun 2018 yang lalu.

READ  Sandera Kasus Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp43 Triliun , Jusuf Rizal: Ada Apa Dengan Kejagung?

Kemudian pada 14 Februari 2019 sebesar Rp 325 juta, 5 April 2019 senilai Rp 50 juta, 31 Mei 2019 senilai Rp 75 juta dan terakhir 26 Juni 2019 senilai Rp 15 juta. Sehingga total dana yang ditransfer pada tahun 2019 sebesar Rp 465 juta. Olehnya itu, berdasarkan print out rekening BRI Cabang Selayar baru ditemukan transfer dana dari Alfian Pramana dari Nopember 2018 hingga akhir Juni 2019 senilai Rp 915.000.000,- dari 8 kali pengiriman.” Rasman Alwi menjelaskan.

Informasi yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Selayar jika pasca penetapan SBN sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen di Notaris MRZ, ia telah diberhentikan sementara dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara dan separuh dari gajinya sudah tidak dibayarkan. Terhitung 1 April 2021 sampai dengan dibebaskan sebagai tersangka dari hasil penyidikan.” ungkap sumber itu.

Namun ketika ditanya apakah dalam kasus ini tidak ada kaitannya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ? Sumber itu menjawab sama sekali tidak ada. Dan itu murni pribadi tersangka SBN.” katanya.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB