BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar    Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Polebungin, SF telah memasuki sidang perdana dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar, La Ode Fariadin, SH di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Peng Tipikor) Makassar, Rabu (01/09/21) siang kemarin dengan agenda pembacaan dakwaan. Selain sebagai Plt, SF juga adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bertugas sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Polebungin Kecamatan Bontomanai Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan pasca meninggalnya H Abd Majid Kepala Desa Polebungin.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan, SF dari Inspektorat Daerah Kepulauan Selayar mencapai angka Rp 435.030.912,- Kini tersangka sedang mendekam didalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Benteng sejak Sabtu (21/0821) sehari setelah lebaran Idhul Adha 1442H lalu. Sebelumnya terdakwa telah dinyatakan bersalah secara melawan hukum dengan melakukan dugaan tindak pidana korupsi terhadap Anggaran Dana Desa (ADD) dan DDS tahun 2019 di Desa Polebungin. Akibat perbuatan ini sehingga akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU RI Nomor : 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 31 tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

READ  PWI Sulsel Merespon Forum Insan Pers Melaporkan 'Becce' Ke Pihak Kepolisian & Lakukan Aksi Demonstrasi

Karena itu SF terancam akan dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara serta didenda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.” Hal itu dikemukakan oleh Jaksa Penuntut Umum, La Ode Fariadin melalui WhatsAppnya di Makassar sekitar jam 11.30 Wita siang kemarin.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar telah diperoleh fakta hukum bahwa Plt Kepala Desa Polebungin, SF ditengarai telah melakukan perbuatan unsur melawan hukum dengan tidak trasparansi serta dianggap tidak akuntabel dalam proses pengelolaan keuangan Dana Desa Polebungin. Disamping ditemukan adanya kemahalan harga juga kekurangan volume dalam kegiatan pelaksanaan proyek fisik serta kegiatan fiktif.” pungkas JPU, La Ode😎 Fariadin, SH.

READ  Polres Bone Amankan Pelaku Prostitusi Online

Lanjut Fariadin, pada sidang lanjutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kepulauan Selayar sudah akan dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang ditengarai terlibat dan mengetahui kasus ini. Dan besar kemungkinannya dalam kasus ini, mantan pelaksana tugas (Plt) SF tidak sendiri. Namun itu akan dipastikan setelah pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar Sulawesi Selatan, pekan depan.” ungkapnya.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB