BATARA MEDIA.COM | Penetapan tersangka dua mantan kepala desa di Pulau Jampea Kecamatan Pasi’masunggu masing-masing SI selaku mantan Kepala Desa Labuang Pamajang dan MD sebagai bekas Kepala Desa Tanamalala tersisa menunggu koordinasi antara penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan di Makassar.

Selain itu ungkap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar melalui Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor), Iptu Suhardiman, proses penyidikan kasus yang sama terhadap mantan Kepala Desa Kahu-Kahu, AR di Pulau Gusung Kecamatan Bontoharu juga sementara berjalan setelah sebelumnya kasus ini pernah diklaim sudah digulir lebih dahulu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar. Akan tetapi setelah berkoordinasi antara penyidik kejaksaan dan penyidik kepolisian setempat kata Suhardiman, pihak kejaksaan mengalah sehingga kasus yang melilit mantan Kepala Desa Kahu-Kahu, AR kembali digulir oleh tim penyidik Tipikor Polres Kepulauan Selayar.” pungkasnya.

READ  Diduga Mainkan Proyek Fiktif, Pemdes ini Akan Dilaporkan Warganya

“Pemeriksaan terhadap mantan Kepala Desa Labuang Pamajang bersama bendahara dan sekretarisnya serta beberapa pihak yang diduga kuat terlibat sudah dilakukan. Demikian pula untuk Desa Tanamalala. Bahkan hingga proses gelar perkaranyapun sudah dilakukan di Markas Kepolisian (Mapolda) Sulsel. Sehingga jika tidak ada aral yang melintan pekan depan pihak tim penyidik Tipikor Polres Selayar akan melakukan konsultasi kembali dengan Polda Sulsel guna menjadwalkan penetapan tersangka kedua mantan kepala desa itu yang saat ini berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).” ungkap Kanit Tipikor, Iptu Suhardiman diruang kerjanya kemarin.

“Perhitungan kerugian negara yang ditimbulkan atas perbuatan dua bekas kepala desa ini sudah dilakukan.” tambah Suhardiman. Meskipun hasil perhitungan rillnya belum kami terima akan tetapi menurut analisa sementara pihak penyidik, kerugian negara yang ditimbulkan tidak akan kurang dari Rp 500 jutaan untuk masing-masing kepala desa. Sedangkan untuk bekas Kepala Desa Kahu-Kahu, AR diperkirakan akan mencapai angka dikisaran Rp 400 jutaan, Meskipun begitu lanjut Suhardiman kita masih tetap menunggu hasil perhitungan kerugian negaranya yang secara rill dan pasti dari lembaga yang berkompoten sehingga nantinya tidak lagi mengira-ngira.” pungkas mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Taka Bonerate ini.

READ  L-Kontak akan terus kawal Proyek paket penyusunan DED Stadion Mattoanging tahun 2020

Menurut sumber jurnalistiksulsel.com,” Jika kita telisik dan merujuk pada sejumlah fakta dan data yang terjadi di Desa Bontolebang Kecamatan Bontoharu maka dapat dipastikan dari 9 kepala desa yang terseret kasus dugaan korupsi dalam penanganan Polres Kepulauan Selayar, baik yang sementara berjalan maupun yang sudah inkracht dan bahkan sudah mendapat vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar maka yang paling parah adalah kasus yang akan menyeret Kepala Desa Bontolebang, MA yang terletak diujung utara Pulau Gusung. Lagi pula menurut sejumlah sumber dari warga setempat bahwa setiap pelaksanaan proyek pembangunan fisiknya apakah itu proyek pembangunan baru ataupun rehabilitasi tidak pernah disertai dengan transparansi penggunaan anggaran dengan menggunakan papan proyek.” ujarnya.

READ  Di duga gelapkan Dana BOK,Kajari Jeneponto Di minta Periksa Bendahara Puskesmas Tolo

 

Penulis    : Dj

Editor       : Ts