BATARAMEDIA.COM | Kab Bone – Lembaga Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (LSM Lamellong) Kabupaten Bone mendesak Kapolres Bone tuntaskan Kasus BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang telah di laporkan beberapa Minggu yang lalu dan diduga ada perbuatan melawan hukum oleh Bank mandiri cabang Bone bersama E warung atau agen BPNT secara massif dan terstruktur

Fakta tersebut, di sinyalir telah menyalahi Pedum dan pihak Bank Mandiri Cabang Bone di duga kuat telah melakukan hal yang bertentangan dengan regulasi membuat surat keterangan palsu atau rekomendasi palsu,” kata Ketum LSM Lamellong Muhammad Rusdi saat di temui di salah satu Cafe di Kabupaten Bone.

Lebih jauh di jelaskan bahwa agen BPNT yang tunjuk sekiranya harus memenuhi kriteria berdasakan Pedoman Umum Bantuan Pangan Non Tunai . Tidak boleh asal asalan, Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat umum, duit yang digunakan adalah uang Negara, jadi tidak boleh di permainkan demi meraup Keuntungan besar, tidak boleh ada korporasi Sehingga menguntungkan pihak tertentu, tanpa memperhatikan Regulasi atau aturan yang berlaku,” Tegasnya

READ  Aneh..... !!! Mantan kades di kab. Luwu Utara memasukkan berkas pencalonan desa hanya melampirkan surat kehilangan penganti ijasah

fakta yang kami temukan tidak demikian. Bahkan sejumlah E- Warung yang di tunjuk oleh Bank Mandiri tidak sesuai pedum BPNT. Misalnya, agen yang di tunjuk bukan usaha mikro kecil, tidak memiliki kemampuan reputasi, kredibilitas dan integritas di wilayah operasionalnya, tidak memiliki penghasilan tetap dari kegiatan usaha yang sedang berjalan dengan lokasi usaha tetap, serta tidak memiliki jenis usaha sebagai penyedia bahan pangan yang berkelanjutan,” Terangnya

Oleh karena itu, Harapan kami semoga kasus ini cepat dituntaskan penyidik polres Bone hingga ke pengadilan, Demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,.

 

Penulis : UDN

Editor.   : AB