JPU Hadirkan 4 Saksi Sidang Kasus Pencurian di Mini Market Surya Jaya

487

BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar yang terdiri dari Ameliana Aminuddin, SH dan Rizal, SH pada sidang kedua dengan agenda menghadirkan saksi korban telah dibuka pada pukul 11.25 Wita, Kamis (16/09/21) oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Selayar, Ratyan Nur Hartiko, SH yang didampingi hakim anggota masing-masing, As’ad Suryo Hatmojo, SH dan Farrij Odie Wibowo, SH. Dalam sidang kedua kasus dugaan pencurian yang dilakukan oleh JF (42) warga Jl KH Hayyung Benteng telah menghadirkan 4 orang saksi. Mereka adalah Haryanto (47) adalah pemilik Mini Market Surya Jaya.

Kemudian Gibriella (17) anak kandung Haryanto, Sri Maya Novita Dewi (20) asal Kampung Tangnga Desa Teluk Kampe Kecamatan Pasi’masunggu Pulau Jampea serta Putri Wulandari (21) asal Palemba Desa Kalepadang Kecamatan Bontoharu masing-masing sebagai karyawati pada Toko Mini Market Surya Jaya yang terletak di Jl AP Pettarani Bonehalang Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan.

Terdakwah JF tiba di Kantor Pengadilan Negeri Selayar sekitar pukul 11.22 Wita siang tadi dibawah pengawalan ketat anggota Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar. Ia masuk melalui pintu belakang dengan keadaan tangan diborgol dan langsung memasuki kursi pesakitan yang terletak pada bagian sebelah kanan ruang sidang utama tanpa ditemani kuasa hukum atau pengacara.

READ  JPU Kembali Hadirkan Terdakwa JF di Kursi Pesakitan

Saksi pertama Haryanto dan sekaligus selaku korban mengungkapkan bahwa dengan sikap dan prilaku yang tidak terpuji yang dilakukan oleh JF dengan melakukan pencurian barang berupa minyak gosok Cap Tawong, minyak kayu putih, minyak rambut, sabun dan dancow pada tanggal 12, 14, 23, 27 dan 29 Juni serta 1 dan 2 Juli 2021 yang terekam melalui Closed-Circuit Television (CCTV) dinilai sangat merugikan bagi dirinya. Modus yang dilakukan dengan berpura-pura membeli mie instant merk Sejati dan Sabun Dangdut dan membayarnya di kasir setelah kedua saku celananya ditengarai sudah penuh dengan barang curian.

Ketika Majelis Hakim memberikan pertanyaan kepada saksi Haryanto, apakah sudah tidak ada jalan terbaik untuk meminta maaf dan memberikan jalan atau solusi untuk mengembalikan barang yang sudah diambil oleh terdakwa ? Spontan dijawab oleh Haryanto bahwa sebenarnya kami sudah memberikan limit waktu dua hari yaitu Jumat dan Sabtu untuk datang menemui kami namun hingga dua hari itu ternyata terdakwa tidak pernah menampakkan batang hidungnya di Mani Market Surya Jaya. Itulah sebabnya kami sebagai korban melaporkan kepada Kepolisian guna mencari sebuah keadilan.” ungkapnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Gibriella. Ia memgaku pada tanggal 1 Juli itu bertindak sebagai kasir. Melihat gelagat JF yang mencurigakan dengan berpura-pura keliling dalam toko dan cukup lama maka dirinya memanggil salah seorang karyawannya untuk membuntuti dan mengintip JF dari jauh. Apalagi kata Gibriella, JF itu seringkali datang berbelanja dan cukup lama antara 30 menit sampai lebih 1 jam. Dan ternyata dugaan ini benar karena baik Putri maupun Novi telah melihat dengan mata kepala sendiri mengambil barang dengan lebih dahulu dimasukkan ke dalam keranjang yang disiapkan oleh pemilik toko dan mencari tempat atau lorong yang aman kemudian barang hasil jarahannya dimasukkan ke dalam saku celana yang dikenakannya.” kata anak pemilik Toko Mini Market Surya Jaya, Gibriella.

READ  PERAK "Seret" Kadis Pendidikan dan Sejumlah Kepsek ke Polrestabes Makassar

Pengakuan senada juga diungkapkan oleh Sri Maya Novita Dewi dan Putri Wulandari. Keduanya mengaku melihat terdakwa JF memasukkan barang hasil curiannya kedalam saku celana yang dipakai. JF itu berpura-pura mengambil barang yang tersusun di rak lalu kemudian dimasukkan ke dalam keranjang warna biru tua. Iapun berjalan menuju tempat yang aman dan memasukkannya ke dalam saku celananya.” tukasnya.

Sementara itu JF selaku terdakwa telah membantah pernyataan saksi Sri Maya Novita Dewi yang berstatus sebagai karyawan bahwa pada 1 Juli itu, terdakwa mengambil barang berupa minyak gosok sebanyak 20 an botol. Oleh terdakwa didepan majelis hakim telah mengkomprontir pernyataan itu. Itu tidak benar kata JF. Yang benar hanya 3 botol saja.” ungkap terdakwa. Kemudian pada saat JPU memperlihatkan baju kotak-kotak hitam dan celana pendek loreng kehijau-hijauan yang ditengarai dipakai oleh terdakwa saat beraksi, baik Novi, Gibriella dan Putri membenarkan jika betul baju dan celana itu yang dipakai oleh terdakwa.

READ  SAATNYA KoAliSi FORUM INSAN PERS Se Sulawesi - Selatan BESIKAP

Sidang lanjutan akan kembali digelar pada Rabu (22/09/21) pekan depan dengan agenda sidang pemeriksaan barang bukti. Oleh Ketua Majelis telah memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyiapkan pembela atau pengacara guna mendampingi terdakwa dipersidangan.

Ditemui usai sidang diruang tunggu Kantor PN Selayar, Haryanto kepada BATARAMEDIA.COM mengaku heran sebab berdasarkan hasil rekaman CCTV yang terpasang di tokonya, terdakwa melakukan aksi pencurian sebanyak 7 kali. Yaitu pada tanggal 12, 14, 23, 27 dan 29 Juni sedangkan di bulan Juli 2021 sebanyak dua hari beraksi. Namun yang disebutkan dalam dakwaan jaksa hanya pada tanggal 1 dan 2 Juli 2021. Olehnya itu, kami dari pihak korban akan kembali melakukan klarifikasi kepada pihak penyidik Polres dan JPU Kejaksaan Negeri Selayar.” paparnya dengan mimit kecewa.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB