BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar Lantaran merasa kesal dengan ulah sejumlah oknum anggota Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Selayar yang ditengarai dengan sengaja mengulur-ulur waktu pelantikan Ali Yathas sebagai anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Amanat Nasional (PAN) menggantikan Dra Hj Suryani Ramli yang meninggal dunia pada pertengahan Mei lalu mengakibatkan Ali Yathas, ST mengambil sikap dengan mengirimkan pesan singkat kepada seluruh rekan-rekan anggota Bamus di DPRD Kepulauan Selayar melalui WhatsAppnya. Belum lagi suami dari Sri Wahyuni ini dituduh telah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa oknum anggota Bamus kaitannya dengan percepatan pelantikan dirinya. Sementara Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Selatan untuk pelantikan Ali Yathas sudah turun sejak 27 Juli 2021 lalu.

Dikonfirmasi melalui jaringan selulernya malam tadi, Rabu (18/08/21) sekitar pukul 20.10 Wita, Ali Yathas membenarkan jika salah satu penyebab dirinya belum dilantik hingga detik ini akibat adanya issue kotor yang menuding dirinya jika telah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa oknum anggota Bamus DPRD Kepulauan Selayar. ” Memang ada issue atau tuduhan yang saya peroleh bahwa saya telah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa oknum anggota Bamus kaitannya dengan percepatan pelantikan diri saya sebagai anggota dewan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Olehnya itu, saya ingin pertegas jika issue itu sama sekali tidak ada benarnya. Saya lebih mau pelantikan ini ditunda atau bahkan siap untuk tidak dilantik hingga kapanpun kalau harus dengan cara-cara kotor seperti ini. Dan sekali lagi saya ulangi, kalau issue ini tidak benar dan tidak akan pernah saya lakukan apalagi hanya karena ingin mempercepat pelantikan diri saya.” tegas Ali Yathas malam tadi kepada media ini.

Ali Yathas juga mengakui jika selama ini ada banyak keluarga, teman dekat yang menyarankan agar kejadian yang saat ini menimpa diri saya segera diberitakan dan diviralkan akan tetapi saya masih bisa membendung dan mengarahkan untuk mereka bersabar. Dengan alasan karena ada kemungkinannya anggota dewan yang terhormat masih pada sibuk. Olehnya itu tambah Ali Yathas, saya hanya ingin mengembalikan kondisi ini pada pribadi oknum anggota dewan yang terhormat, jika permasalahan ini berada pada posisi mereka. Pasti mereka juga akan meresa gerah akan ditanya-tanya terus kapan pelantikannya.

READ  Innalillahi Wa Innailaihi Raji'un Turut Berdukacita Atas Berpulangnya Ibu Hj. Suryani Ramli

Dan kami hanya berharap kiranya rekan-rekan anggota Bamus di DPRD Kepulauan Selayar bisa memahami dan mengerti posisi kami saat ini sebagai calon anggota dewan Pengganti Antar Waktu. Sedianya memang akan saya temui satu demi satu anggota Bamus yang terhormat dirumah kediaman mereka namun karena keterbatasan waktu dan juga karena sebuah kesibukan maka rencana itu tidak dapat kami wujudkan.” katanya dengan mimit kecewa dan mengaku masih berada dikampungnya di Barat Lambongan Selayar.

Iapun mengimbuhkan bahwa sudah dua kali rapat Bamus akan tetapi tidak pernah kuorum. Bahkan Ketua DPRD Selayar sudah menyiapkan undangan ketiga untuk rapat Bamus namun setelah dikonfirmasi ke semua anggota Bamus, tidak ada juga yang berkomitmen untuk hadir. Alasan utamanya saya sendiri tidak tahu. Belakangan saya mendapat info bahwa kami dicurigai oleh beberapa anggota Bamus telah memberikan sejumlah uang kepada oknum anggota Bamus dan bukan Bamus demi kelancaran pelantikan diri saya. Makanya anggota Bamus yang lain tidak mau hadir sebab mereka berasumsi kita ini kita telah dimanfaatkan. Mereka yang mendapat uang sementara kita hanya datang rapat. Inilah yang meyebabkan sebagian oknum anggota Bamus tidak mau hadiri rapat pelantikan diri saya.

Jika kita mengacu pada aturan, kami tidak perlu risau. Apalagi kan sudah jelas aturannya. Lagi pula SK Gubernur Sulsel sudah terbit pada 27 Juli yang lalu untuk pelantikan saya sebagai PAW. Dan saya sudah tiga kali dijanji akan dilantik akan tetapi sampai saat belum juga dilantik karena tidak pernah kuorum. Undangan pertama pada Senin (09/08/21) yang jadwal rapat Bamus Kamis (05/08/21) tetapi tidak kuorum. Sehingga agenda pelantikan Senin, 09 Agustus batal. Lalu kemudian diagendakan untuk rapat Bamus ke 2 pada Senin tanggal 09 itu. Lagi-lagi peserta rapat Bamus malah berkurang.

Melihat fenomena ini tambah Ali Yathas, ada sejumlah rekan-rekan partai menyarankan untuk menemui satu persatu anggota Bamus. Kami akui jika tindakan ini sangat berat untuk kami lakukan. Karena kami berpendapat mengapa ini mesti ditempuh. Sementara ini kan tanggungjawab mereka sebagai anggota dewan. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, kamipun menemui beberapa oknum anggota Bamus dan ternyata benar bahwa saya telah dituduh sudah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa oknum. Makanya mereka kompak untuk tidak hadir. Maka kami berkesimpulan terserah mereka. Sebab ini merupakan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai anggota dewan yang terhormat. Setelah itu muncullah komitmen untuk beberapa orang. Sehingga pada Rabu (11/08/21) harusnya dilayangkan undangan lagi untuk rapat Bamus pada Kamis, 12 Agustus dan pelantikan pada Jumat (13/08/21).

READ  Komisi I DPRD Selayar Panggil Pemda Kuasa Hukum Rahman R, Kecewa Ketidakhadiran Kadis PMD

Setelah rapat Badan Anggaran di Gedung DPRD Jl Jenderal Ahmad Yani Benteng, Ketua DPRD Kepulauan Selayar, Mappatunru sudah akan menandatangani rapat Bamus. Ternyata setelah dihubungi mereka yang sudah menyatakan komitmen untuk hadir, handphone mereka sudah off. Sehingga sangat susah untuk dihubungi. Oleh karena itu, Ketua DPRD sudah punya rasa malu untuk mengundang. Sebab marwahnya sebagai Ketua DPRD dan juga sebagai Ketua Bamus jadi taruhan. Itulah yang menyebabkan undangan ketiga dibatalkan. Kalaupun mereka tidak mau hadir, itu bukan urusan saya lagi. Sehingga pada akhirnya saya minta pamit untuk balik kanan ke Makassar.” Ali Yathas menjelaskan.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari DPRD Kepulauan Selayar bahwa yang terlibat dalam keanggotaan Badan Musyawarah (Bamus) yang bertindak sebagai Ketua Bamus, Mappatunru, Wakil Ketua II, M. Affandi, SE dengan anggota adalah Hj Eni Sutiyono, Drs Syamsul Bahri, Andi Jamarong, S.Sos, Hj Maryani, SE, Muhammad Aqsa Ramadhan AA, Devi Zulkifli, S.Psi, H Andi Muslim, SE, Sudirman, Kasmawati Bachtiar, S.Pd, Andi Mahmud, ST dan Miswar Wahyudhy Nasir Leha, SE.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Selayar, H Andi Idris, S.Sos yang juga anggota Fraksi PAN ketika dikonfirmasi melalui handphone, Kamis (19/08/21) sekitar jam 11.32 Wita mengakui jika dirinya bukan anggota Bamus di DPRD. Meskipun demikian sebagai anggota Fraksi PAN sudah proaktif membantu Ali Yathas dalam proses pelantikannya. Dan pimpinan DPRD sudah kali mengagendakan pelantikan Ali Yathas sebagai anggora DPRD Pengganti Antar Waktu. Hanya saja dalam setiap rapatnya yang dua kali itu tidak pernah kuorum. Dan itu hak masing-masing anggota dewan. Namanya saja lembaga politik. Dan di DPRD itu memang disamping dibutuhkan kualitas juga kuantitas tatkala pentingnya pula.” kata dia.

READ  H Ongka Kabur Pasca Sardona Tewas Berserakan

Saya melihat ada unsur kepentingan partai lain dalam persoalan ini. Apalagi ini kaitannya dengan mental masing-masing pribadi anggota dewan. Saat rapat Bamus untuk pelantikan yang pertama dan kedua lanjut Andi Idris, saya pernah menghubungi dia (Ali Yathas red) via telpon dan menyarankan agar melakukan komunikasi politik dengan lintas partai guna percepatan pelantikan ini. Jaling hubungan komunikasi dengan melakukan pendekatan persuasif dengan sejumlah anggota Bamus. Tetapi ternyata Ali Yathas ini orang tegas dan memiliki idealisme yang tinggi. Dan saya arahkan seperti itu sebab saya sendiri pernah mengalami. Disamping juga pernah menjadi anggota dewan PAW.” pungkasnya.

Lain halnya yang diungkapkan oleh Ketua DPRD Kepulauan Selayar. Mappatunru menilai jika diperlukan hubungan komunikasi yang intens dan secara persuasif kepada anggota dewan dari partai lain. Sebab di Lembaga Legislatif itu bukan hanya ada PAN, Gerindra dan Golkar. Masih banyak partai lain. Sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih arif dan bijak untuk mengkomunikasikan pelantikan ini. Saran ini juga telah saya sampaikan kepada H Andi Idris. Sehingga saya melihat untuk melancarkan kegiatan pelantikan ini perlu disiasati. Supaya dalam rapat Bamus untuk pelantikan bisa kuorum.

Saya mendengar issue jika Ali Yathas sempat menyerahkan sejumlah uang kepada sebagaian oknum anggota Bamus DPRD ? Namun kemudian issue ini ditampik oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru. “Itu tidak benar.” katanya. Bukan hanya rapat-rapat seperti ini tidak kuorum. Termasuk pada rapat paripurna APBD, juga kondisinya seperti ini. Sehingga jauh sebelum dilakukan rapat memang diperlukan komunikasi yang intens kepada seluruh anggota DPRD. Dan bukan hanya baru kali ini terjadi. Dari dulu sampai sekarang.” paparnya.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB