BATARAMEDIA.COM | Makassar — Salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 lalu adalah kebijakan Asesmen Nasional. Berbeda dengan Ujian Nasional (UN), asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi capaian hasil belajar peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional tahun 2021, nantinya akan terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 31 Makassar menggelar AMK selama dua hari yakni 6 dan 7 Oktober 2021.

Kegiatan yang dilakukan 3 sesi ini dengan jumlah peserta 45 orang ditambah 5 orang cadangan.

READ  Wabup Bulukumba Harap Pameran Produk Pertanian di SMKN 10 Bulukumba Lahirkan Petani Milenial yang Bangga Jadi Petani

“Tujuannya adalah untuk evaluasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam pemetaan mutu sistem pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen AMK, survei karakter dan survei lingkungan belajar,” ungkap Drs. Anwar, M.Pd selaku Kepala SMPN 31 Makassar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/10/21).

Iapun berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar.

“Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan dukungan jaringan internet yang stabil dan server pusat juga stabil,” harapnya.

Sekedar diketahui, asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.

READ  Pengurus ABKIN dan MGBK Audensi dengan Kadisdik Sulsel, ini Tujuannya

AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.

(*)