BATARAMEDIA.COM | Selayar  Sampai jam 11.07 Wita hari ini, Senin (31/05/21) terhitung berdasarkan catatan Bendahara I dan II Panitia Pembangunan Masjid Nurul Ilmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepulauan Selayar, H Makkara, S.Pd dan Hj Raja Daeng, S.Pd telah mengembalikan dana sumbangan yang bersifat wajib itu dikisaran Rp 100 jutaan. Sumbangan itu dengan sangat terpaksa harus dikembalikan akibat banyaknya kompleng dan kritikan pedas dari kalangan guru dan masyarakat luas yang ditujukan kepada panitia pembangunan masjid yang rencananya akan dibangun diatas lahan seluas 50 meter X 60 meter di Delta Buabua Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan.

Pengembalian dilakukan berdasarkan Surat Pernyataan Pembatalan bernomor : 002/PANPEL-MNI-PGRI/V/2021 yang diteken oleh sejulah pengurus PGRI dan diketahui oleh Ketua PGRI bersama sekretarisnya, Drs Ahmad Ruslan, M.Si. Pembatalan ini merupakan hasil rapat Luar Biasa Pengurus PGRI Selayar bersama dengan panitia pembangunan yang digelar diruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olehraga Kepulauan Selayar, Drs Mustakim KR, M.M.Pd pada beberapa hari yang lalu setelah menyikapi aspirasi segelintir guru yang tidak mendukung Program Kerja PGRI periode 2019 – 2024. Dalam rapat Luar Biasa itu telah disepakati untuk membatalkan rencana pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI yang sedang dalam proses pengumpulan dan penggalangan dana dari guru dan tenaga kependidikan.

READ  Ketua FKPT Sulsel : Intoleran dan Radikalisme adalah Cikal Bakal Lahirnya Terorisme

Bendahara I Panitia Pembangunan Masjid Nurul Ilmi PGRI Selayar, H Makkara yang ditemui disela-sela proses pengembalian sumbangan di lantai dasar Gedung PGRI Jl Jenderal Sudirman Kelurahan Benteng siang tadi kepada media ini mengaku jika dana sumbangan yang telah terkumpul sudah mencapai angka Rp 700 juta lebih. Akan tetapi dengan lahirnya kesepakatan yang digelar diruang kerja Kepala Dinas Pendidikan pada beberapa hari yang lalu sehingga sampai saat ini (pukul 11.07 Wita) sudah mengembalikan sekitar Rp 100 juta lebih. Sudah termasuk yang dikembalikan melalui bendahara II, Hj Raja Daeng, S.Pd. Tapi khusus yang saya sendiri kembalikan sebesar Rp 41 juta dari total Rp 500 juta lebih.”ungkapnya.

READ  Proyek D.I Waru-Waru Gunakan Material ilegal: Konsultan Pengawas Terkesan Tutup Mata

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Bendahara I, Hj Raja Daeng. Ia mengaku sudah mengembalikan lebih Rp 60 juta dari total yang diterima sebesar kurang lebih Rp 200 juta. Kita berharap bagi guru dan tenaga kependidikan yang sudah terlanjur menyetor agar menemui kami ditempat ini pada setiap hari kerja untuk mengambil kembali uangnya. Dari hasil pantauan media ini tanpak sejumlah kepala sekolah dan bendahara sekolah sedang berada diruangan itu sedang menunggu giliran untuk menerima uang yang sebelumnya disetor kepada bendahara.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Selayar, H Andi Idris yang dihubungi via telfon genggamnya, Senin siang tadi sekitar jam 13.45 Wita mengaku sedang berada di Makassar Sulsel. ” Saya sedang berada di Makassar, pak Daeng.” Ketika ditanya seputar permasalahan yang melilit beberapa tenaga guru dan tenaga kependidikan khususnya yang mengompleng kebijakan ini, H Andi Idris secara gamblang menyatakan jika dirinya belum dapat memberikan tanggapan,apa-apa. Apalagi kata dia, hingga akan meninggalkan Selayar belum ada penyampaian secara resmi ke Parlemen. Baik dari tenaga guru maupun dari kalangan tenaga kependidikan di Selayar.

READ  Jalin silaturahmi sesama kader dan pengurus, GANN Bantaeng gelar buka puasa bersama

“Dan jika seandainya ada aspirasi yang masuk ke dewan, pihak Komisi II DPRD pasti akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan sekaligus sebagai Ketua PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar. Kami juga sudah melihat dibeberapa media sosial tetapi itu bukan informasi resmi yang disampaikan di Dewan. Dan ini tidak bisa dijadikan dasar dan rujukan untuk memanggil pihak-pihak yang berkompoten.” pungkasnya siang tadi.

 

Penulis ; DJ

Editor.   ; TS