MEDIA BATARA.COM | Bone – Masyarakat petani yang tergabung dalam kelompok masyarakat Desa Congko Kecamatan Barebbo kabupaten Bone melayangkan laporan ke polres bone terkait adanya indikasi pupuk beredar ke masyarakat di atas rata-rata Harga Eceran Tertinggi(HET). Hal ini di ungkapkan salah seorang warga congko Andi daris di temui beberapa waktu lalu di warkop teras bone.

Ia merasa di rugikan atas kondisi harga jual pupuk di wilayahnya yang tidak sesuai harga normal. Sehingga kami sepakat dengan beberapa warga berinisiatif melakukan pelaporan agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Kondisi tersebut membuat dirinya bersama masyarakat desa congko merasa resah adanya penyaluran pupuk bersubsidi yang di jual di atas harga sebenarnya di duga di lakukan oleh pengecer atau kios di wilayahnya.

READ  Ingin majukan pendidikan di daerah terpencil, Poros Muda Bone Bergerak

bersadarkan rilis laporan yang di sampaikan ke polres Bone, bahwa modus yang di lakukan pihak pengecer atau kios penyalur seperti pupuk subsidi jenis urea harga normal Rp. 90.000 / 50 kg sementara ia bersama petani laim membelinya dengan harga Rp. 110.000 / 50 kg. Begitupula pupuk jenis NPK HET Rp. 115.000 / 50 kg petani membelinya seharga Rp. 135.000 atau rata-rata selisih harga 20.000 dari harga HET.

Selisih harga itu. pengakuan idris berdarakan informasi pengecer itu untuk biaya transportasi. Pihak pengecer juga melarang petani untuk membeli langsung ke Kios melainkan melalui kelompok tani.
Bahkan di perparah data eRDKK (Elektronic Rencana Definitif K Kebutuhan Kelompok) tidak sesuai.

READ  Webinar HGN 2020 SMAN 18 Bone Ikut Partisipasi

Ia mencurigai adanya permainan harga pupuk bersubdi mengindikasi adanya sistem monopoli dan tentu bertentangan dengan regulasi yang ada. Sehingga kami bersama sama menggiring persoalan ini kerana hukum untuk kemudian di tindaklanjuti oleh penegak hukum. desak Idris.!

Meskin demikian, dengan jumlah yang tidak terlalu besar tapi bagi masyarakat nilai itu cukup besar apalagi kalau kebutuhan pupuk banyak kan lumayan selisihnya bisa di gunakan kebutuhan lain.(Dn)

 

Laporan : Syahruddin

Editor.   : Ts