Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi Kades Bontolebang Sisa Menunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat

991

Proyek bantuan sampan Viber dari APBD Desa Bontobang yang terbengkalai

 

BATARA MEDIA.COM | Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengaku sudah memeriksa sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam kasus yang melilit Kepala Desa Bontolebang, MA. Selain memeriksa istri MA yang berinisial AE, penyidik juga membeberkan pemeriksaan terhadap para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bontolebang termasuk Abd Malik yang pernah mengaku bersedia menjadi penanggungjawab dalam aspirasi itu meskipun belakangan ia beralasan tidak mendapat izin dari istrinya.

Demikian pula beberapa warga yang turut bertandatangan dalam aspirasi yang menginginkan MA dilaporkan kepada kepolisian lantaran diduga kuat telah menyalahgunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) serta bantuan dana lainnya selama dalam kepemimpinan MA menakhodai Desa Bontolebang di Kecamatan Bontoharu Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan.

Suhardiman juga menyebutkan jika oknum Kepala Desa Bontolebang, MA sudah dimintai keterangannya. Tersisa besok, Selasa 25 Mei, penyidik akan memanggil pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Selayar selaku Badan Pemeriksa ditingkat kabupaten.” ungkapnya ketika ditemui media ini, siang tadi sekitar pukul 14.30 Wita. Selain itu juga akan diagendakan pemeriksaan terhadap oknum yang membeli kabel listrik jalur lama yang berinisil DY seorang warga Pa’garangan Desa Laiyolo Kecamatan Bontosikuyu dari AE istri oknum Kepala Desa Bontolebang. Setelah itu kami akan melayangkan surat permohonan gelar perkara ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel di Makassar.”

READ  LPK Resmi Laporkan Yayasan Nur Latifah" Terkait Pembangunan WORKSHOP BLK Di Jeneponto

Kantor Desa Bontolebang di Pualu Gusung

 

Dikatakan Baharuddin selaku pelapor bahwa secara logika darimana MA mendapatkan uang segede itu untuk membangun rumah berlantai dua di Jl Rajawali Makassar dan membeli lokasi serta perumahan sekitar Villa Pattallasang dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Kabupaten Gowa. Karena setahu saya MA tidak memiliki usaha sampingan selain sebagai kepala desa. Jika dikatakan anak sulungnya AYY yang membeli rumah di Gowa maka secara akal sehat pula sangat tidak berdasar. Apalagi AYY anak sulung MA, baru kurang lebih satu tahun bekerja sebagai tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Hayyung Benteng.” kata dia depan penyidik.

Lokasi pembangunan rumah yang berlantai II di Jl Rajawali Makassar katanya, itu dibeli pada sekitar tahun 2004 jauh sebelum menjadi kepala desa. Lokasi itu dulunya merupakan laut dangkal meskipun belakangan oleh Pemerintah Kota Makassar melakukan penimbunan. Ibu MA adalah seorang penjahit kelambu. Saya sedikit tahu karena sebelum rumah itu direhabilitasi menjadi bangunan permanent, dua kali saya berkunjung ke rumah yang memiliki tiang bambu dengan dinding dari gamacca. Malahan saya sempat juga membelikan triples untuk dijadikan dinding sekat.” pungkas Baharuddin.

READ  Rakor Evaluasi DPT dan DPPH di Selayar Libatkan 11 Pimpinan KPU di Sulsel

Tindakan tidak terpuji bukan cuma kali ini dilakukan oleh MA selama berada di Bontolebang. Bahkan sebelum menjabat sebagai kepala desa juga pernah dijobloskan ke dalam sel tahanan di Mapolres Selayar lantaran tersandung kasus pembelian kabel listri di Gusung saat menjadi Ketua Pengelola Listrik Desa pada saat Nursiah menduduki jabatan Kepala Desa Bontolebang. Lampu sudah menyala sementara kabelnya belum dibayar kepada pemiliknya. Akhirnya korban melaporkan MA ke Polres Selayar. Dan MA ditahan dalam sel. Untung saja ketika itu Kepala Desa Bontolebang, Nursiah cepat tanggap dan turun tangan bersama Camat Bontoharu, Atjo Patimbangi mencarikan solusinya. Jika tidak ia sudah mendekam dalam penjara akibat perbuatan jahatnya selaku Ketua Pengelola Listrik Desa di Gusung waktu itu.

Jembatan penghubung antara Gusung Barat dan Gusung Lengu di Desa Bontolebang

 

Selain itu, MA juga diduga telah memback up ZN yang saat ini menduduki jabatan Wakil Ketua BPD Bontolebang. ZN itu menurut pengetahuan masyarakat setempat tidak tamat di Sekolah Dasar (SD). ZN itu hanya duduk sampai dikelas V SD dan kemudian berhenti. Ia hanya menggunakan surat keterangan pernah sekolah bukan menggunakan ijazah seperti yang dipersyaratkan didalam Perda. Tetapi dengan campur tangannya MA, ZN diloloskan menjadi calon anggota BPD Bontolebang dan saat ini menduduki jabatan wakil ketua. Kuat dugaan ZN menggunakan ijazah palsu saat pencalonannya sebagai anggota BPD Bontolebang. Karena itu, pihak Kepolisian Resor Kepulauan Selayar dimintai untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan ijazah bodong itu.” ungkapnya kepada media ini.

READ  Di duga gelapkan Dana BOK,Kajari Jeneponto Di minta Periksa Bendahara Puskesmas Tolo

Kepala Desa Bontolebang, MA yang hendak dikonfirmasi dikantornya, Senin 24/05/21 pagi tadi sekitar jam 10.30’Wita sedang tidak ada ditempat. Kata salah seorang stafnya,” Pak desa lagi ke Benteng.” Sehari sebelumnya media ini mencoba menanyakan seputar kepemilikan rumahnya yang ada di Makassar, Gowa dan Sinjai. Akan tetapi dengan spontan dijawab melalui pesan WhatsAppnya,” Tidak ada, pak.” ungkapnya singkat.

 

Penulis   : Dj

Editor      : Ts