BATARAMEDIA.COM | Jakarta — Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah terkait, agar membantu peningkatan kesejahteraan dan kompetensi Sumberdaya Manusia (SDM) pengemudi Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum FSPTSI-KSPSI, HM. Jusuf Rizal dalam Keterangan Pers didampingi Sekum FSPTSI, Ika Restianti dan jajaran pengurus Driver-Biker-Ojek Kamtibmas Community (DBOKC) di Graha FSPTSI-KSPSI, Cibubur, Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Jusuf Rizal yang dikenal sebagai aktivis pekerja dan buruh itu menyampaikan sikap FSPTSI KSPSI terkait berbagai perubahan pasca-berlakunya UU Omnibus Law, Revolusi Industri, maupun Pendemi Covid-19. Sebab ada berbagai kendala yang dihadapi para pengemudi dewasa ini yang wajib didengar oleh pemerintah.

READ  Menag : Selamat Natal 2020, Rayakan dengan Kesederhaan dan Berbagi Kasih

Jusuf Rizal menjelaskan, berbagai gangguan di jalan raya mulai pungli, penjarahan maupun premanisme dapat menghambat kerja para pengemudi. Belum lagi masalah kesejahteraan, perlindungan hukum dan industri transportasi yang belum normal, serta masih minimnya perhatian dari Kementerian terkait, saat ini.

“FSPTSI-KSPSI meminta instansi terkait seperti Kemenaker, Dephub, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Pariwisata, Kementerian UKM, Gubernur, Bupati, Walikota maupun Pihak Kepolisian dapat memberi perhatian dan membantu peningkatan kompetensi, sertifikasi dan kesejahteraan para pengemudi,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketua Tim Relawan Pekerja Buruh Jokowi-KH. Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 itu.

Dikatakan Jusuf Rizal, peran pengemudi saat ini tidak bisa dianggap remeh. Karena kemajuan industri transportasi membuat peran para pengemudi menjadi strategis guna mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong kemajuan pembangunan ekonomi bangsa.

READ  Institut MZK Sukses Prakarsai Workshop Pra UKW Secara Gratis

“Kami FSPTSI-KSPSI juga menghimbau anggota agar tidak mudah terprovokasi dan melakukan mogok atau aksi-aksi demo yang dapat mengganggu stabilitas dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat, jika dipandang tidak perlu,” tegas Jusuf Rizal sambil menambahkan dewasa ini ada 24 orang yang terlibat dalam industri transportasi Nasional.

Pada bagian lain, pria berdarah Madura-Batak Sekjen Media Online Indonesia (MOI) dan Ketum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) itu menyatakan, semua pengemudi wajib vaksin maupun Test Antigen atau PCR sesuai ketentuan yang berlaku dalam menjalankan profesinya.

FSPTSI-KSPSI, lanjut Jusuf Rizal, mendukung program wajib Uji Emisi bagi setiap kendaraan untuk menekan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program ini sangat bagus untuk memperoleh kualitas udara yang sehat termasuk bagi para pengemudi.

READ  KAPOLSEK BONTONOMPO GOWA PIMPIN OPERASI YUSTISI, BAGIKAN MASKER KEWARGA YANG TIDAK MEMAKAI MASKER

FSPTSI-KSPSI juga menerbitkan Lima Maklumat FSPTSI-KSPSI yang akan disampaikan kepada Kementerian terkait di pemerintahan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin.