Batara Media | Gowa – Aliansi persatuan Parlemen jalanan (APPJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemda kabupaten gowa. Pada hari Kamis, 4/02/2021

Dalam aksi unjuk rasa itu aliansi persatuan Parlemen jalanan yang tergabung dalam beberapa lembaga yaitu GERAK MISI, KAMRI, GEMAR, GEPMAR, GAS, HMI Korkom Tamalate, PLB, GMPK, SPMP.Dengan membawa grand issu: Bonggkar Mafia BPNT Kabupaten Gowa

adapun issu turunan dalam aksi unjukrasa itu

1. copot dan periksa kepala dinas sosial kabupaten Gowa,

2. putuskan kontrak kerjasama antara suplayer (UD. Nawir) dan pemerintah dinas sosial kabupaten Gowa,

3. Diduga kuat PLT kordinator daerah mengantongi SK Ilegal, mendesak polres Gowa untuk segera melakukan penyelidikan kepada kepala dinas sosial, PLT dinas sosial dan suplayer (UD. NAWIR).

READ  Sebanyak 75 Tenaga PPKB Gowa Siap Sosialisasikan Perda Wajib Masker

Aksi unjuk rasa tersebut di pimpin langsung oleh jendral lapangan bisma indra yang dalam orasinya selaku jendral lapangan mengatakan bantuan pangan non-tunai yang di kucurkan oleh pemerintah yang di peruntukan untuk masyarakat, adapun total penerima bantuan BPNT kabupaten Gowa berjumlah kurang lebih 58 ribu KPM. Dalam bantuan ini anggaran yang diturunkan oleh pemerintah senilai 200 Ribu per KPM yang di tuangkan dalam kartu penerima bantuan pangan non tunai dan kartu tersebut di tukarkan pada E-warung atau agen yang telah di sediakan oleh penyalur untuk di tukarkan, adapun rincian bahan pokok pangan yang akan terima oleh masyarakat yaitu beras, telur, ayam, dan buah-buahan, Tetapi dalam penyaluran bantuan ini tidak sesuai dengan harapan dan juga tidak sesuai dengan apa yang di atur dalam buku pedoman umum (PEDUM) BPNT . Di karenakan bantuan yang di salurkan itu tidak layak untuk di konsumsi seperti telur yang sudah busuk dan beras yang tidak sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.

READ  Jalur Sungguminasa tinggi moncong Gowa tertutup akibat longsor

Dalam Aksi unjuk rasa itu berjalan secara langsung walaupun sempat terjadi gesekan dengan aparat kepolisian dan melanjutkan aksi demonstrasi di lokasi selanjutnya di depan polres Gowa.

Dalam aksi unjuk rasa di depan polres Gowa aliansi tersebut meminta kepada kapolres Gowa untuk memeriksa kepala dinas sosial dan stekholder yang terlibat dalam penyaluran bantuan ini, yang di duga kuat melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam orasi ilmiah Irwan selaku kordinator mimbar menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang berjalan di depan polres Gowa hanya untuk menyerahkan pernyataan sikap secara resmi dan akan kembali lagi untuk melaporkan secara resmi dugaan kuat tidak pidana korupsi yang dilakukan oleh kepala dina sosial dan stekholder yang terlibat dalam penyaluran bantuan ini, tuturnya. aksi unjuk rasa itu berjalan damai hingga selesai.”

READ  Cium dugaan korupsi, SPMP minta gubernur Sulsel copot kadis bina marga

Laporan : Tiwa

Editor     : Ts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here