Batara Media | Bulukumba – Kisruh di tubuh PMII Sulsel tidak kunjung berakhir, hal ini dinilai sebagai kegagalan PKC PMII Sulsel dalam menengahi dinamika kader yang ada.

Seperti yang terjadi di cabang Bulukumba. PKC PMII Sulsel dibawah kepengurusan Ahmad Sirajul Munir, tidak mampu menengahi dinamika yang terjadi, malah menunjukkan keberpihakan pada satu pihak.

Hal ini ditanggapi oleh Alfian Hardani selaku ketua cabang PMII Bulukumba yang terpilih secara sah dimomentum konfercab, namun tidak diakui oleh PKC.

“Dualisme yang kemudian terjadi di PMII Cabang Bulukumba, tentunya merupakan sebuah hal yang menandakan salah satu bentuk kegagalan PKC PMII Sul-Sel yang harusnya menjadi perpanjangan tangan PB PMII,” ujar Alfian.

READ  Program kegiatan bulan Ramadhan berjalan lancar, Ketua SAPMA Tompobulu ungkap begini..!

Alfian menilai bahwa tidak ada niat baik dari PKC PMII Sul-Sel dalam menengahi dinamika yang terjadi di cabang bulukumba adalah salah satu bentuk kegagalan PKC Sul-sel hari ini.

“Saya selaku ketua cabang PMII Bulukumba tentunya sangat menyayangkan sikap dari PKC yang harusnya turun untuk kemudian menengahi dinamika yang kemudian terjadi, akan tetapi PKC terkesan tidak peduli. ini dibuktikan dengan sampai kemudian hari ini tidak ada kejelasan menyangkut dinamika internal PMII Bulukumba,” tambah Alfian.

Menurutnya Kegagalan ini menjadi salah satu indikator bagi pihaknya mendesak PB PMII untuk menunjuk karateker ketua PKC PMII Sulsel, apalagi periode kepengurusannya sudah berakhir sejak setahun lebih yang lalu.

READ  Sekjen Kemenag RI Sampaikan Materi Pembinaan ASN di UIN Alauddin Makassar

Laporan : Js

Editor     : Ts