BATARAMEDIA.COM | SEJUMLAH 100 guru bahasa daerah di ‘Butta Panrita Lopi’ Bulukumba mengikuti Workshop Pengembangan Bahasa Daerah yang digelar selama 3 hari (18-20/7) di Hotel Agri, Jalan Suprapto No. 18 Tanah Kongkong, Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan Workshop yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Bahasa dan Sastra Disdik Sulsel ini difasilitasi oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah V Bantaeng – Bulukumba yang diikuti oleh guru bahasa daerah SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Bulukumba.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Kacabdisdik Wilayah V Bantaeng – Bulukumba, Haris, S.Kom, MM, Kepala Seksi Pembinaan SMK dan PKPLK Cabdisdik Wilayah V Abdul Sattar, S.Pi, MM, Pengawas SMA Mursaling, S.Pd, M.Pd, Ketua MKKS SMK Bulukumba Drs Muhammad Ramli, M.Si, dan Kepala UPT SMKN 9 Bulukumba Andi Muhammad Yusuf, S.Pd, M.Pd.

READ  Plt Kadisdik Sulsel Serahkan Bantuan 12 Paket IT

Kepala Bidang PKPLK, Bahasa dan Sastra Disdik Sulsel, Dr H Basri, S.Pd, M.Pd ketika membuka kegiatan ini menyampaikan, perlunya digiatkan kembali pembinaan dan pembelajaran bahasa daerah di satuan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa bahasa daerah, nilai-nilai tradisional, dan ciri khas daerah tidak boleh hilang karena merupakan aset dan nilai-nilai lokal bangsa yang harus tetap dipertahankan dan dilestarikan.

Kendalanya saat ini, kata Alumni Doktoral UNM Makassar ini, pelajaran bahasa daerah ini yang kadang tidak diterima dan kurang diminati siswa di sekolah, ditambah lagi gurunya tidak memiliki kompetensi dan tidak inovatif dan kreatif dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Makanya, kata mantan Plt Kadisdik Sulsel ini, menegaskan agar guru bahasa deerah harus memiliki kompetensi pedagodik, profesional, sosial, dan kompetensi kepribadian.

READ  Kadisdik Prov.SulSel, Resmikan Bangunan Fisik DAK Tahun 2020

“Dari keempat komptensi yang harus dimiliki guru ini, yang membedakan satu guru dengan guru lain adalah kompetensi sosial kepribadian karena ini terkait dengan karakter,” jelas manta Ketua KNPI Makassar ini.

Di hadapan 100 guru yang menjadi peserta Workshop Pengembangan Bahasa Daerah, Dr Basri mengharap, seluruh guru bahasa daerah agar melaksanakan proses belajar mengajar yang adaftif dan menyenangkan, dan guru meyesuaikan dengan kondisi di mana mengajar dan siapa yang diajar.

“Guru bahasa daerah harus memiliki nilai lebih, harus kreatif, inovatif, dan harus mampu menjadi inspirator dan motivator, karena daat ini hanya 25 persen siswa yng minat belajar bahasa daerah,” ungkapnya.

Olehnya itu, melalui kegiatan ini, Dr Basri mengajak seluruh guru bahasa daerah untuk membumikan bahasa daerah di Butta Panrita Lopi, karena bapak/ibu guru bahasa daerah yang merupakan ujung tombak pelestarian bahasa dan satra daerah di Bulukumba.

READ  Wabup Ajak Pelajar Enrekang Jadi Pionir Gerakan Anti Narkoba

 

Penulis : ARS

Editor.   : AB