Djusman AR Nilai Somasi Luhut Keliru dan Tidak Negarawan

667

BATARAMEDIA.COM, Makassar          Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, SH, SE, M.Si menilai jika somasi yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan yang dilayangkan kepada Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar yang semakin memanas dinilai keliru. Bahkan tindakan dan sikap yang ditempuh oleh pejabat negara ini dianggapnya sangat tidak negarawan.

Ditegaskan Djusman AR yang juga pelapor Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir. H.M.Nurdin Abdullah, M.Agr ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) di Jakarta bahwa semestinya Luhut itu harus memberikan klarifikasi sebagai seorang pejabat negara yang negarawan. Kalau memang Luhut merasa dirugikan dari video percakapan Fatia Maulidiyanti selaku Koordinator KontraS di Jakarta yang kemudian diunggah di canal Youtube oleh Haris Azhar bahwa PT Tobacom Del Mandiri yang merupakan anak usaha Toba Sejahtera Group ditengarai terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya Papua, wajar menempuh upaya hukum, bukan cuma dalam batas-batas somasi.” tegasnya kepada BATARAMEDIA.COM, Kamis (09/09/21) sekitar pukul 18.07 Wita malam ini via WhatsAppnya.

READ  PKM gantarangkeke lakukan vaksinasi tahap I, ketua DPK KNPI Gantarangkeke harap ini

Akan tetapi lanjut Djusman AR, sebagai pejabat publik dan penyelenggara negara semestinya Luhut mengambil langkah bijak dengan melakukan klarifikasi. Ada UU Nomor : 28 Tahun 1999 mengenai penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Apalagi dalam UU itu ada ruang bagi masyarakat untuk berperanserta dalam memberikan saran dan pendapat bahkan hingga berbentuk kritikan serta pengawasan kinerja terhadap penyelenggara negara. Dan didalamnya juga telah diatur alur hak jawab penyelenggara negara.” tukasnya.

Luhut Binsar Pandjaitan kata Djusman merupakan penyelenggara negara sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Ada alur untuk menggunakan hak jawab. Bukan langsung melayangkan upaya somasi atau mengancam akan mempidanakan seseorang yang berpendapat. Sikap ini telah menunjukkan bahwa Luhut tidak negarawan. Seharusnya Luhut bertindak lebih bijak dengan melakukan upaya pembinaan atau mengarahkan kepada upaya yang demokratis sebagai seorang bapak bangsa.” Djusman kembali menegaskan.

READ  Kuasa Hukum Penggugat Nilai Bupati Selayar. Tidak Ikhlas dan Terkesan Ulur - Ulur Waktu

Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum dan Politik ( LP-SIBUK) Djusman AR mengakui jika dirinya telah menganggap teman seperjuangannya menyuarakan pendapat dengan dalih dikarenakan berdasarkan data dan informasi yang dimilikinya. Haris Azhar itu adalah bagian dari publik yang menyuarakan saran dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi. Bahwa jikalau kemudian ada terdapat kekeliruan tentu jawabannya adalah hak jawab dengan melakukan klarifikasi. Apalagi Haris Azhar sudah mengundang Luhut Binsar Pandjaitan di Podcastnya akan tetapi oleh Luhut lebih memilih jalur hukum.

Saya menilai bahwa Haris Azhar juga bukan aktivis esek-esek yang baru muncul dipermukaan tetapi dia selalu mengedepankan data yang valid dalam mengeluarkan pendapat. Dan untuk apa Haris Azhar harus meminta maaf jika memang yang disuarakannya itu adalah sebuah kebenaran.” tegas Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Saya juga menilai bahwa Luhut itu terkesan suka mengancam-ancam orang. Bahkan selalu ingin mempolisikan orang. Sikap dan prilaku ini tidak menunjukkan sebagai seorang pejabat negara. Dan sebagai seorang bapak bangsa harus memahami konsekuensi bahwa harus siap dikritik bukan selalu meminta untuk dipuji-puji. Oleh karena itu, sebagai kawan seperjuangan dirinya tetap mensupport langkah yang dilakukan oleh Haris Azhar dalam menghadapi proses jalur hukum yang dilakukan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.” tegasnya penuh semangat.

READ  Prodak Berkemasan Timbulkan Kerusakan, Lekas Akan Polisikan Produsen

Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi tetap menyatakan sikap untuk memberikan support dan dukungan secara moril kepada sesama aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Anti Korupsi untuk tetap solid dijalan kebenaran. Dan perlu dipertegas agar sesama aktivis jangan pernah gentar apalagi merasa takut dalam menghadapi proses hukum karena sebuah keyakinan bahwa diri anda adalah benar. Bahkan saya pesan langsung kepada Haris Azhar untuk berpegang teguh pada sebuah kebenaran meskipun kebenaran itu akan membunuhmu.” kata Djusman AR dengan semangat berapi-api.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB