BATARAMEDIA.COM | Kepulauan Selayar, Penambangan pasir pantai di lokasi perkampungan tua Balindongan sebelah utara Dusun Baringan Desa Laiyolo Baru Kecamatan Bontosikuyu Selayar Sulawesi Selatan telah mendapat sorotan tajam dari masyarakat setempat. Betapa tidak, sejak penambangan dilakukan sejejeran pohon kelapa tumbang disepanjang pantai akibat pengikisan air laut mulai dari ujung Kampung Baringan Utara hingga muara Sungai Pisobang. Melihat fenomena yang semakin memprihatinkan ini warga Dusun Baringan yang kemudian disusul oleh warga Laiyolo Baru telah mengadukan peristiwa yang akan mengancam pemukiman mereka ke media ini untuk selanjutkan diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Selayar.

Diungkapkan oleh kedua warga desa itu bahwa penambangan pasir pantai di Balindongan yang merupakan bekas penambangan biji besi yang pernah dilaporkan ke Kementerian terkait di Jakarta kini kembali disorot oleh warga setempat. Iapun menjelaskan bahwa pemilik salah satu lokasi itu adalah warga Pa’garangan Desa Laiyolo yang merupakan cucu dari Puang Jumaling dan memperistrikan kepada anaknya Dajak. Dulu Dajak adalah seorang Kepala Dusun Pa’garangan dan memiliki empang disekitar muara sungai kecil yang tidak jauh dari Dusun Baringan bagian utara.

READ  Pegiat Anti Korupsi Desak Kejari Selayar Tetapkan Tersangka Kontraktor Bandara H Aroeppala

Pemilik empang ini sudah lama meninggal sehingga yang mengerjakan empang itu adalah menantu dari Dajak. Tetapi yang dikerja sebagai empang itu sangat sedikit dan hanya dijadikan sebagai simbol dan alasan jika setiap saat ada dilokasi itu untuk mengerjakan empang. Padahal sebenarnya hanya menambang pasir dan dijual kepada seseorang di Benteng sebagai bahan bangunan.” papar sumber itu.

Penambangan pasir pantai yang ditengarai tidak memiliki dokumen perizinan ini dianggap akan sangat berpengaruh terhadap keamanan Kampung Baringan dan Sangkeha. Apalagi kebun kelapa yang ada disekitarnya sudah mulai dikikis oleh air laut. Bahkan dikhawatirkan pada musim barat nanti akan berdampak lebih fatal jika pihak pemerintah setempat tidak cepat turun tangan. Boleh jadi Kampung Sangkeha dan Baringan tinggal sebuah nama nantinya.” tambahnya prihatin.

READ  Dit Polairud Polda Sulsel Ungkap 8 Pelaku Ilegal Fishing Dengan Ratusan Bom Ikan Siap Pakai dan 100 Batang Detonator

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepulauan Selayar, H Muhammad Hasdar, S.KM, M.Kes yang dikonfirmasi seputar permasalahan yang sedang dihadapi oleh warga Dusun Baringan dan Sangkeha menyatakan,” Yang menjadi pertanyaan juga kepada Kepolisian Resor (Polres) Selayar apakah penambangan ini tidak dicium. Soalnya hampir semua penambangan bahan galian C itu sudah dihentikan dan di police line tetapi kenapa justru yang akan merusak perkampungan dibiarkan begitu saja. Sehingga ini memang perlu dikonfirmasi kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Bontosikuyu.

Kami sebagai instansi teknis ketika mendapatkan pengaduan dan laporan seperti ini wajib turun ke lokasi mengecek kebenarannya. Dan jika terbukti dilapangan sudah mengalami kerusakan sebagai akibat dari aktifitas penambangan secara liar maka langkah awal yang harus kami lakukan adalah dengan memberhentikan. Sebab jika ini tercium hingga ke Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan apalagi berkaitan dengan pengrusakan lingkungan maka akan berdampak lebih fatal. Sehingga dinas terkait diwilayah propinsi akan turun melakukan investigasi.” katanya.

READ  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Peroleh Tanggapan Dari Mabes Polri dan Kompolnas

Tindakan semacam ini lanjut Hasdar bisa menimbulkan terjadinya abrasi disepanjang pantai dan bahkan tidak menutup kemungkinan dikemudian hari akan menenggelamkan perkampungan penduduk.” pungkas dia turut prihatin. Langkah dinipun dilakukan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dengan melakukan peninjauan ke lokasi bersama sejumlah stafnya.

Sementara itu, Kepala Desa Laiyolo, Hasanuddin yang ditanya seputar kegiatan dan aktifitas penambangan yang ditengarai tidak memiliki izin resmi dari instusi terkait diwilayahnya mengaku tidak tahu menahu. Termasuk keberadaan izin dan dokumen pendukung kelengkapan kegiatannya. ” Saya sendiri tidak tahu.” paparnya singkat beberapa waktu lalu.

 

Penulis ; DJ

Editor.   ; TS