BATARAMEDIA.COM | Kasus dugaan pencurian yang menyeret seorang oknum warga turunan Tionghoa pada Juni dan Juli 2021 lalu telah memasuki tahap proses pemberkasan oleh Unit Tindak Pidana Umum pada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Kini pelaku JF (42) akan dijerat dengan pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atas perbuatan melawan hukum yang dilakukannya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar melalui Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) Aipda Kaharuddin, SH mengemukakan bahwa terkait kasus dugaan pencurian yang dilakukan oleh JF (42) salah seorang warga Jl KH Hayyung Kelurahan Benteng Kecamatan Benteng saat ini sedang memasuki tahap perampungan berkas perkara dan insha Allah pihak tim penyidik Pidum pada Satreskrim Polres akan segera melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar. ” Saat ini tim penyidik Tindak Pidana Umum sedang melakukan proses perampungan berkas perkara.” ungkap Aipda Kaharuddin via WhatsAppnya, pada Kamis (05/08/21) kemarin.

READ  L-KONTAK Siap Laporkan Dinas Pendidikan Kota Makassar Ke APH

Selain itu, sejumlah saksi dan tersangka sudah kami periksa. Termasuk pemilik Toko Mini Market Surya Jaya, Haryanto bersama dua orang karyawannya. Masing-masing Sri Maya Novita Dewi (20) seorang warga Kampung Tangnga Desa Teluk Kampe Kecamatan Pasimasunggu Pulau Jampea dan Wulandari (21) warga Palemba Desa Kalepadang Kecamatan Bontoharu Kepulauan Selayar.

Adapun barang bukti untuk sementara yang berhasil disita oleh tim penyidik Polres Kepulauan Selayar diantaranya pakaian tersangka yang dikenakan saat melakukan aksinya di Mini Market serta celana panjang yang dipakai. Sementara barang yang berhasil dijarah selama beberapa hari beraksi di Toko Mini Market, itu tidak dapat diperlihatkan atau dimunculkan saat pemeriksaan di Kepolisian. Namun dalam rekaman CCTV pada 12, 14, 23, 27, 29 Juni serta pada tanggal 1 dan 2 Juli 2021 dinilai sangat menguatkan bagi Kepolisian untuk menetapkan JF sebagai tersangka dalam kasus ini.” pungkasnya.

Sementara itu pemilik Toko Mini Market Surya Jaya, Haryanto ketika ditemui di Mini Market Jl AP Pettarani Kelurahan Benteng Selatan, Jumat (06/08/21) mengaku jika beberapa waktu lalu mendapat panggilan dari tim penyidik Tindak Pidana Umum Polres Kepulauan Selayar selaku korban pencurian. “Belum lama ini saya dipanggil oleh tim penyidik untuk menandatangani berkas perkara pencurian yang menyeret JF sebanyak tiga lembar. Saya juga telah diberitahu bahwa tidak lama lagi kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejari Selayar untuk diproses hukum lebih lanjut.” ungkapnya.

READ  Aksi Pencurian Terekam CCTV di Mini Market Surya Jaya Pelaku Sudah Ditahan di Mapolres Selayar

Sebelumnya Haryanto mengimbuhkan jika awal munculnya gelagat yang mencurigakan pada diri oknum pelaku JF ketika anak saya Gibriella (17) melihat JF sedang berputar-putar mengelilingi toko dengan waktu yang cukup lama. Antara 30 menit hingga 1 jam setiap datang berbelanja di toko ini. Kondisi lebih mencurigakan ketika akan membayar di kasir, ternyata JF hanya berbelanja Mie Instant merk Sejati dan Sabun Dangdut.

Melihat gelagat ini, anak saya telah memanggil seorang karyawan dan meminta untuk mengintip dari kejauhan. Ternyata benar kelakuan yang mencurigakan itu. JF melakukan dugaan pencurian dengan memasukkan barang ke dalam saku celananya pada bagian kiri dan kanan sambil berjalan ke kasir untuk membayar. Dari dasar inilah lanjut Haryanto, kami telah mengambil langkah dengan melaporkan JF ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Selayar pada Jumat 2 Juli yang lalu.” katanya.

READ  Kejari Selayar Periksa 16 Saksi Dugaan Korupsi Runway Strip Bandara H Aroeppala Padang

Tindakan unsur melawan hukum yang dilakukan oleh JF sangat menguatkan bagi kami untuk melaporkannya kepada pihak Kepolisian. Karena berdasarkan hasil pengecekan hasil rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) yang terpasang di toko kami telah diperoleh bukti yang sangat menguatkan jika JF itu adalah pelakuknya. Dalam melakukan aksinya JF berpura-pura membawa keranjang warna biru tua sambil berputar-putar didalam toko dan mengambil barang berupa minyak gosok, sabun, minyak rambut dan lain-lainnya. Setelah melihat kondisi dalam keadaan aman lalu kemudian satu persatu barang yang berhasil dijarahnya dimasukkan ke dalam saku celananya.” jelas Haryanto.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB