BATARAMEDIA.COM | Diduga anggaran pengerjaan proyek pemeliharaan dari Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Tallo banyak penyimpangan dan siasat jahat oknum Badan Keswadayaan Masyarakatan (BKM) dan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Diketahui besaran anggaran dari Penyelenggaraan Kegiatan Cash For Work (CFW) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sebesar 300 juta.

Ketua Kota Makassar Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) Sutoyo Gaffar, SH mengatakan sebaiknya jika ada anggaran dan proyek seperti ini fungsikan swadaya yang benar-benar tidak punya penghasilan tetap/pengangguran biar nantinya bisa fokus dengan Prosedur Operasional Standar (POS) dari CFW KOTAKU.

“Kayaknya mulai pemilihan ketua KSM dan perekrutan pekerja untuk proyek pemeliharaan di Tallo tidak terbuka, seakan-akan langsung tunjuk ketua dan main rekrut pekerja,” kata Toyo saat ditemui di salah satu warkop di Jalan Sunu, (29/5/21).

READ  Bagikan Sembako di Momentum Hari Jadi Sulsel, Kacabdisdik Wilayah V Apresiasi PMR Unit 241 SMAN 18 Bulukumba

Sutoyo menambahkan, LSM PERAK sudah melakukan investigasi dilapangan dan diduga banyak yang keluar atau tidak sesuai dengan POS dari CFW program KOTAKU.

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

“Selesai ini pekerjaan kami pastikan langsung laporkan ke penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian. Sebaiknya mereka jangan main-main dengan uang negara,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

 

 

Penulis ; PR

Editor.   ; TS