BATARA MEDIA.COM | Jauh sebelum penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan di masa pandemic covid-19, ternyata 35 tahun yang lalu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulwesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog telah menjalaninya.

Kisah suka duka jadi peserta PJJ yang ditempuh Prof Jufri diungkapkan ketika menerima Direktur Universitas Terbuka UPBJJ-UT Makassar, Drs. Hasanuddin, MSi dalam audiensi di Ruang Kerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Perinits Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea Makassar, Selasa (9/3).

Hadir mendampingi Kadisdik Sulsel, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dr Idrus, SPd, MPd, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dra Hj Andi Ernawati, MPd, Kepala Bidang GTK & Fasilitasi, H Sabri, SPd.MPd. sementara menyertai Direktur UT UPBJJ Makassar, hadir Dra Husnaeni, MPd, dan Nina Utami, S.Kom.

Pola dan gaya PJJ 35 tahun lalu dengan sekarang tentulah berbeda. Dulu, kata Prof Jufri, begitu kita terdaftar menjadi mahasiswa UT, kita mendapatkan modul, belajarnya mandiri, tugas-tugas dan hasil ujian dikirim lewat pos, dan gratis, kenang Prof Jufri.

READ  Sekretaris Disdik Sulsel Terima Rektor IDB Bali Jajaki Kerjasama

Sekarang? Begitu kita terdaftar menjadi mahasiswa UT, modul dan lembaran tugas-tugas langsung masuk di gadget ataupun di laptop. Sekarang sudah canggih, tegas Hasanuddin.

Kendati hanya setahun menjadi mahasiswa UT, Prof Jufri ternyata banyak menyimpan kenangan yang tak bisa dilupakan. Dikisahkan, ketika Prof Jufri hendak ke mengambil modul, Prof Jufri ke kantor Pos, dan ternyata barang yang hendak dijemput adanya di kampus UT, di Jl Nuri waktu itu.

Padahal, saat itu Prof Jufri hanya mengantongi uang pas-pasan untuk transport, ‘pete-pete. Ia tidak kehilangan akal, Prof Jufri menyiasatinya dengan jalan kaki separoh jalan. Setelah diperkirakan uang yang tersisa Rp 500 bisa, baru ia naik ‘pete-pete’.

Prof Jufri mengaku senang atas kedatangan pimpinan UT untuk bersilaturahmi dengan jajaran Disdik Sulsel. Mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM ini mengaku, UT telah banyak membantu guru-guru dalam rangka peningkatan SDM, terutama guru-guru kita yang tidak bisa meninggalkan tugas, bisa belajar lewat UT.
“Kalau mau lihat aslinya PJJ, ya ada di UT,” ujar Prof Jufri meyakinkan.

READ  Harapkan jadi Agent Perubahan Bagi Remaja dan Generasi Berencana, Disdik SulSel bersama TP-PKK gelar sosialisasi genre

Karena itu pula, dalam waktu dekan, Prof Jufri akan mengajak sejumlah kepala sekolah dan pejabat Disdik Sulsel untuk melakukan studi banding di UT untuk melihat bagaimana PJJ di UT.

Direktur UT UPBJJ Makassar, Hasanuddin menyambut baik keginginan Prof Jufri. Hasanuddin mengatakan, UT saat ini telah banyak mengalami kemajuan, termasuk saat ini sedang mengembangkan aplikasi baru dalam pembelajaran.

Hasanuddin menjelaskan UT yang berdiri pada tanggal 4 September 1984 ini memakai sistem penyelenggaraaan pendidikan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Terbuka, berarti bahwa setiap orang dapat menjadi mahasiswa UT tanpa ada pembatasan, baik tahun kelulusan ijasah, usia, lama studi maupun tempat tinggal.

Sedangkan Jarak Jauh memiliki makna adanya jarak antara yang belajar dan yang mengajar. Jarak ini dijembatani oleh media yang khusus dikembangkan untuk sistem belajar jarak jauh, kata Hasanuddin.

READ  Prof Jufri Kunjungan Kerja ke Toraja ; ini Paling Berkesan dan Spektakuler Bagi Saya

Saat ini, kata Hasanuddin UT diberi amanah 1 juta mahasiswa. Jumlah mahasiswa UT di Sulsel sebanyak 6.500 orang, dan terbanyak ada di Kabupaten Selayar, yaitu sebanyak 1.000 lebih mahasiswa.

Kantor UT tersebar di seluruh Indonesia, dan ada di 45 negara di dunia.
UT UPBJJ Makassar saat ini memiliki 4 fakultas (S1), Program Pascasarjana (S2) dan Program Doktoral (S3). Saat ini juga, tambah Hasnaeni, UT UPBJJ Makassar memberi peluang bagi guru-guru yang tidak linier, bisa belajar di UT hanya 3 semester. Penerimaa mahasiswa baru di UT dibuka dua kali setahun.

Penulis   : Hs

Editor     : Ts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here