Bataramedia | Gowa – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto  menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi hanya bisa diakses melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)  yang disusun oleh para petani dan dipimpin oleh para penyuluh petani di lapangan Hal ini diungkapkan Sugeng pada Acara Sosialisasi Penggunaan Pupuk Bersubsidi yang dihadiri Pj Sekretaris  Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina di Kecamatan Bajeng dan Bajeng Barat, Rabu 11/11/2020

Sugeng menjelaskan RDKK adalah suatu rencana kebutuhan sarana produksi pertanian dan alsintan untuk satu  musim/siklus yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok tani.
Jadi pupuk bersubsidi ini hanya diperuntukkan bagi petani yang masuk dalam kelompok tani dan telah diakses  melalui RDKK. Dimana petani yang bisa diakses dalam RDKK adalah petani yang betul-betul berprofesi sebagai  petani yang memiliki lahan tidak lebih dari dua hektar jelasnya.

READ  Terobosan Baru, MAN 1 Bulukumba Gelar Pembinaan Karakter Keperamukaan untuk Seluruh Siswa

Tak hanya itu saja, Ia juga menyampaikan kepada para petani bahwa alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk  bersubsidi di sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020 telah diatur dalam pertaturan Menteri Pertanian Nomor 1  Tahun 2020.
Karena pupuk bersubsidi ini adalah barang yang terbatas kemudian dibatasi oleh negara, sehingga peredarannya
itu diatur oleh pemerintah pusat tambahnya.

Terkait dengan kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini, pihaknya mengatakan bahwa sebenarnya bukan karena  kurangnya pupuk di Kabupaten Gowa, tetapi karena penggunaan pupuk yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan  aturan penggunaan pupuk saat ini.
Jika penggunaan pupuk sesuai dengan takaran, dirinya yakin kebutuhan pupuk di Kabupaten Gowa untuk lahan  seluas 33 ribu hektar aman hingga Januari tahun depan ujarnya.

READ  Sebanyak 75 Tenaga PPKB Gowa Siap Sosialisasikan Perda Wajib Masker

Hal senada juga disampaikan, Kamsina bahwa kelangkaan ini bukan karena kita kekurangan, tapi karena  penggunaan pupuk yang tidak sesuai Dulu pemakaian pupuk untuk satu hektar lahan menggunkan pupuk sebanyak 8 sak. Tapi sekarang untuk lahan satu hektar cukup 6 sak saja, sehingga para petani kita merasa kurang karena pemakaiannya tidak sesuai dengan  aturan katanya.

Diakhir sambutannya dirinya pun berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, petani paham terkait cara penggunaan  pupuk bersubsidi. Sehingga semua keluhan-keluhan petani terkait pupuk ini bisa diminimalisir.

Saya juga meminta bantuan dari para petani agar kita bisa saling bersinergi dengan para penyuluh pertanian agar  semuanya dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di lapangan,” harapnya,

READ  Semangat dan tekad besarkan PPP di Sulsel DPW GPK Sulsel Gelar Musyawarah, Pelantikan dan Raker

 

Laporan : JS

Editor.    : Ts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here