Batara Media | Makassar – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara nomor 51-PKE-DKPP/II/2021 di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (30/4) pukul 09.00 WITA.

Sidang tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis yang juga anggota Anggota DKPP Pramono Ubaid Tanthowi dan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulawesi Selatan masing-masing, Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Anggota KPU Sulsel Fatmawati, dan dari unsur masyarakat Dr. Gustina A. Kambo.

Pengadu perkara ini adalah Erwin R. Sandi yang mengikuti sidang via daring (virtual). Pengadu melaporkan Ketua dan Anggota Bawaslu Kab. Luwu Timur, yakni Rahman Atja, Sukmawati Suaib, dan Zaenal Arifin sebagai Teradu I, II, dan III yang hadir langsung di ruang sidang.

READ  BPNT Di Sulsel Bermasalah, Koalisi Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi Tuntut Dan Adili Sekretaris Provinsi.

Pokok aduan yang didalilkan bahwa para Teradu tidak menindaklanjuti laporan Nomor 02/LP/PB/Kab/27.10/IX/2020 Tanggal 7 September 2020 tentang dugaan KPU Kab. Luwu Timur melakukan diskriminasi informasi terhadap pasangan Bakal Calon Bupati a.n Irwan Bachri Syam, ST dan Andi Muhammad Rio Pattiwiri, SH. M.Kn.

Diskriminasi informasi dimaksud adalah bahwa KPU Kab. Luwu Timur mengeluarkan surat permintaan untuk melakukan Swab PCR Covid 19 tanggal 31 Agustus 2020 sebagai persyaratan pendaftaran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur Tahun 2020.

Tetapi salah satu Pasangan Bakal Calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur Tahun 2020 a.n Ir. H. Muhammad Thorig Husler dan Drs. Budiman, M.Pd telah memiliki hasil Swab PCR Covid 19 tanggal 29 Agustus 2020 yang dikeluarkan di Balai besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yang disetorkan Ke KPU sebagai persyaratan mendaftar Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur Tahun 2020.

READ  Tiga Mantan Kadis PUTR Selayar Dihadirkan JPU Kejari di Pengadilan Tipikor Makassar

Ketua majelis Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan pihaknya telah cukup mendengarkan keterangan masing-masing dari pihak teradu dan pengadu.

“Kami rasa sidang ini sudah cukup. Untuk agenda sidang selanjutnya, adalah pembacaan putusan sidang,” jelasnya.

Sidang ini sendiri berjalan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Laporan : Bob

Editor     : Tika Siregar putri