BATARAMEDIA.COM | Luwu Utara , Laporan Dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun anggran 2020 di desa limbong kecamatan rongkong kabupaten luwu utara, menjadi perbincangan hangat di jajaran Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Luwu Utara.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Devisi Komando Garuda Sakti (KGS) Lembaga Aliansi Indonesia, mengatakan kinerja kasi pidsus kejaksaan negeri luwu utara patut di pertanyakan ada apa sehingga tidak mengeluarkan surat panggilan padahal laporan tersebut sudah lama di mejanya.

”Tak salah jika kepala Desa di Luwu Utara banyak yang lolos dari tangan kejaksaan saat dilaporkan karena pihak kejaksaan sendiri yang memberikan peluang untuk terus melakukan tindakan yang diduga merugikan negara.

READ  Soal Indikasi Pemalsuan Dokumen, Rasman Alwi Bantah Pernyataan Kuasa Hukum SBN

Pasalnya, setiap ditanyakan terkait kelanjutan dari laporan yang di masukan Kasi Pidsus selalu beralasan pihak inspektorat belum mengeluarkan hasil audit padahal pengakuan wakil bupati Suab Mansur, bebas temuan untuk mantan Desa yang di laporakan atas dugaan penlahgunaan sudah di keluarkan pada Kamis 6/5/2021. Alasan kasi Pidus diduga hanya pembenaran saja untuk menghidari desakan oleh pelapor.

”Kalau memang pihaknya menjalankan tugasnya secara profesional tentu saja sudah mengeluarkan surat panggilan tanpa harus menunggu hasil audit. rujukan untuk melakukan pemeriksaan adalah laporan tertulis yang di terima bukan hasil audit. hasil audit adalah rujukan untuk mendesak pihak yang di anggap merugikan keungan negara agar segara melakukan pengembalian.

READ  Tidak Memiliki Papan Nama Proyek, Pembangunan SKB Jeneponto Diduga Siluman

”Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, kami akan masukan laporan baru di polres luwu utara atas dugaan penyalahgunaan yang di masukan di kejaksaan pada 29 maret karena pihak kejaksaan diduga telah melakukan permainan.

Setelah itu pihak kejaksaan khususnya kasi pidsus kami buatkan laporan ke kejaksaan tinggi (kajati) provinsi karena diduga telah melakukan permainan dalam penanganan dugaan penyalahgunaan Dana Desa,” Tutup ketua KGS Lembaga Aliansi Indonesia Jumat 11/6/2021. (LR)

 

Penulis : NW

Editor.   : AB