Batara Media | Barru – ketua Cabang Gerakan Pemuda Ansor Barru Muh Zaenal  angkat suara  terkait kinierja kepengurusan NU Barru. Dalam hal ini unsur Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Barru menyatakan bahwa NU di Barru selama ini tidak memiliki kinerja yang jelas. “Selama 10 tahun atau 2 periode kepengurusan NU di Barru praktis kita tidak pernah melihat NU berkiprah di bumi hibridah. Ansor sebagai banom NU berhak bersuara atas kevakuman NU di Barru selama ini”.

“Jika ditelusuri NU Barru tidak hanya vakum tetapi juga para pengurus tidak menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya baik sebagai organisasi jamiah maupun jama’ah. Padahal NU Barru telah melakukan pelantikan pada tahun 2015 lalu dan ironisnya NU diurus oleh pengurus yang sama dengan periode sebelumnya”.ujarnya

READ  Rawat Silaturahmi antar sesama kader, SAPMA Tompobulu gelar Family camp

Dia menambahkan “Mestinya pelantikan itu adalah media konsolidasi gerakan para pengurus dan sebagai pintu untuk membesarkan NU di Barru terlebih Kabupaten Barru adalah kota santri”. Kepengurusan di Ansor saja sudah 3 kali melakukan rotasi kepengurusan dan pergantian pimpinan dikarenakan adanya kinerja yang belum optimal. Dan semestinya NU juga harus demikian”.
“Kami harap orangtua kita di NU mendengar aspirasi yang selama ini mungkin terdengar tapi tidak digubris. Sebagai warga nahdliyyin, kita tidak menginginkan organisasi ini hanya memiliki nama dan stempel tapi nonsen pada wilayah gagasan dan gerakan”.

Sekali lagi, kami tegaskan kami peduli terhadap NU. Sebagai anak, kami mengingatkan NU selaku orang tua—kalau tidak ingin dikatakan mengultimatum—bahwa NU harus aktif dan segera berkiprah. Ahlu Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah harus segera dilaksanakan. Kami juga meninginkan NU selektif memilih pengurus”. Tegasnya

READ  Kadis Pendidikan Sul-Sel Apresiasi ‘Kawin Massal’ di SMKN 1 Bone

Ketua GP Ansor tersebut menguatkan lagi bila Pasalnya, kami mengendus di komposisi kepengurusan NU yang ada sekarang dan yang sebelumnya terdapat anggota HTI bahkan menduduki posisi strategis di kepengurusan sementara kita tahu bersama bahwa HTI adalah organisasi terlarang di wilayah NKRI dan NU merupakan ormas yang selama ini berada di garda terdepan menyuarakan penolakan terhadap keberadaan organisasi ini”.

NU di Barru bukan organisasi baru yang bercokol di Kabupaten Barru, tetapi sudah lama dan semestinya sudah sangat aktif. Saatnya NU melakukan restorasi dan melakukan penataan organisasi”.tutupnya.

Laporan : JS

Editor.    : Ts

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here