Bataramedia.com | Makassar – aliansi dari beberapa lembaga mahasiswa dan kelompok buruh datangi Mapolrestabes Makassar di Jalan Ahmad Yani, Senin (2/11/2020),

Kedatangan massa mahasiswa mulai sekitar pukul 14.20 Wita tersebut membawa tuntutan  yang tertera di  sepanduk dan poster berisi tuntutan agar rekan mereka yang salah tangkap saat demo Omnibus Law segera dibebaskan.

“Bebaskan Jul dan korban salah tangkap lainnya sekarang juga tulis peserta aksi pada salah satu spanduk yang dibentangkan.

Aksi yang membuat jalur di Jalan Ahmad Yani depan Mapolrestabes Makassar macet parah karena Massa aksi hanya menyisakan 1 lajur untuk kendaraan melintas.

Dalam orasinya, salah satu orator perwakilan massa juga meneriakkan tuntutan agar rekan mereka yang ditangkap polisi saat demo Omnibus Law segera dibebaskan.”

READ  25 Titik U-Turn di Makassar Bakal Ditutup Untuk Urai Kemacetan

Penolakan terhadap UU Cipta Kerja terjadi di berbagai tempat, tidak terkecuali di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu aksi terjadi pada (22/10/2020)- Oktober 2020 di depan Universitas Negeri Makassar, yang kemudian berujung ricuh hingga tindakan represif yang dilakukan aparat tidak bisa dihindarkan. Massa aksi kemudian masuk ke dalam kampus setelah aparat kepolisian melakukan penyerbuan hingga masuk kampus. Pada saat kejadian tersebut, kawan Supianto Ijul sedang berada di dalam kampus dan tidak sedang menjadi bagian dari massa aksi, jelas salah seorang orator.

Dia mengatakan penangkapan polisi kepada sejumlah massa aksi yang ricuh di Kampus UNM masih terus berlanjut hingga hari esoknya, Jumat (23/10/2020) Di hari itu juga, rekan massa yang diduga salah tangkap, Ijul ditangkap polisi di Kantor LBH Makassar dengan tuduhan melakukan perusakan dan pembakaran mobil ambulans di Kantor NasDem Makassar.

READ  Cegah penyebaran virus covid-19 Polsek Bungaya Laksanakan Operasi Yustisi

Penangkapan kawan Ijul merupakan kriminalisasi karena Tuduhan dan tudingan aparat kepolisian hanya didasarkan pada pengakuan salah satu peserta aksi yang tertangkap, yang tidak dikenali bahkan patut diragukan kebenarannya, tuturnya

 

Laporan : Feri

Editor     : Ab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here