BATARAMEDIA.COM | Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah V Bantaeng – Bulukumba mendapatkan jatah 5 guru 3T (terpencil, terdalam dan terluar) dari Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Disdik Sulsel.

Kesemua guru 3T ini akan ditempatkan di SMKN 11 Bulukumba masing-masing atas nama Ulfa Yanti, S.Pd, Nurul Awalia, S.Pd, Roni Tandi Linok, S.Pd, Sukardi, S.Pdi, dan Ridwan, S.Pd.

Kelima ini, Jumat (23/7) lalu, melaporkan diri sekaligus meminta arahan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah V Bantaeng – Bulukumba, Haris, S.Kom, MM, yang diterima di ruang kerja Kacabdisdik Wiayah V, Jalan Jalanjang, Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

Turut mendampingi Kacabdisdik Wilayah V saat menerima guru 3T adalah Kepala Seksi Pembinaan SMK dan PKLK Abdul Sattar, S.Pi, MM, Pengawas Pembina Dr Imran Mappiare, M.Pd, dan Kepala UPT SMKN 11 Bulukumba Muhammad Sayed, S.Pd.

Pada kesempatan itu, Haris yang berlatarbelakang Pewarta dan manta Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabdisdik Wilayah I Maros – Makassar ini, menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada kelima guru 3T ini di Tim Kerja Cabdisdik Wilayah V Bantaeng – Bulukumba.

READ  Kadisdik Prov.SulSel, Monitoring Ujian Akhir Sekolah (UAS) Kab.Kepulauan Selayar

“Kami menaruh harapan besar kepada bapak/ibu guru 3T untuk menjadi motor penggerak kemajuan di SMKN 11 Bulukumba. Bapak/Ibu ini termasuk beruntung dan sekaligus menjadi tantangan karena ditempatkan di SMKN 11, karena sekolah ini satu-satunya SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang ada di Bulukumba,” katanya.

Sementara Kepala UPT SMKN 11 Bulukumba, Muhammad Sayed, S.Pd, pada saat itu menyampaikan, kalau SMKN 11 yang dipimpinnya merupakan sekolah kejuruan negeri yang paling bungsu di Bulukumba dan baru menamatkan empat alumni.

Olehnya itu, masih membutuhkan point-point semangat untuk mengembangkan dan memajukan sekolah khusunya yang mengarah pada pengelolaan yang profesional, sehingga menghasilkan luaran yang berdaya saing di dunia kerja.

Alhamdulillah katanya, pemerintah telah memberikan perhatian khusus untuk pengembangan dan kemajuan SMKN 11 Bulukumba, setelah mendapatkan kunjungan dari Kadisdik Sulsel Prof Dr Muhammad Jufri, M.Si, M.Psi, Psikolog untuk menyaksikan kondisi sekolah secara keseluruhan, termasuk melihat langsung apa-apa saja kebutuhan sekolah.

READ  Kepala Cabang Dinas pendidikan wilayah Vlll. Silaturahim ke SMKN 1 Sidrap

“Setelah mendapatkan kunjungan dari Pak Kadisdik Sulsel di sekokah Kami waktu itu, ada beberapa perhatian yang telah didapatkan oleh SMKN 11 Bulukumba, di antaranya telah diberi kuota guru PPPK 12 orang, karena selama ini hanya memiliki 2 PNS di sekolah (hanya Kepsek dan Kasubag TU, red),” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sayed, pihaknya juga mengusulkan SMKN 11 Bulukumba untuk ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) ke Kemendikbud yang direkomendasikan oleh Kadisdik Sulsel, dan alhasil saat ini telah ditetapkan sebagai SMK PK.

“Dan terakhir, perhatian pemerintah yang sangat luar adalah Kami diberikan lagi jatah guru 3T sebanyak 5 orang. Kesemuanya ini menjadi bukti nyata kalau SMKN 11 mendapatkan porsi perhatian yang luar biasa dari pemerintah, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat dan bergerak untuk memajukan dan mengembangkan sekolah,” tuturnya.

READ  Gedung Workshop MAN 1 Bone Tunggu PHO. Ini Harapan Kepsek

Sekarang ini, katanya, semua warga SMKN 11 harus berjuang dan bergiat karena menjadi SMK PK akan banyak fasilitas untuk membantu menggerakkan PK berbasis industri, termasuk kurikulumnya harus berbasis industri, seperti jurusan tata busana, otomotif,, agribisnis tanaman pangan dan holtikultura, dan teknik jaringan komputer.

Kepsek Sayed berharap, adanya dukungan kinerja secara totalitas yang nantinya diperlihatkan dari 5 guru 3T ini, termasuk melakukan inovasi-inovasi dalam proses pembelajaran demi untuk kemajuan dan pengembangan SMKN 11 Bulukumba.

“SMKN 11 Bulukumba pasti banyak kelemahan, sehingga butuh kretifitas, ide-ide dan inovasi baru dari seluruh guru yang ada di SMKN 11 Bulukumba. Hal ini penting agar SMK ini dengan label PK betul-betul dapat tampil beda dengan sekolah-sekolah kejuruan lainnya,” harapnya.

 

Penulis : AR

Editor.   : AB