Batara Media | Makassar – Blangko Beasiswa yang diprogramkan H. Haruna sebagai Pendiri Universitas Indonesia timur (UIT)  adalah Gratis BPP dan SPP.

Jadi jika dalam prosesnya blangko ini memang berlaku dan Gratis SPP dan BPP bagi pemegang blangko tersebut itu artinya janji Bapak H. Haruna Sebagai Pendiri UIT dan sekarang Anggota DPR RI Fraksi PKB itu Benar adanya dan sesuai janji ketika sebagai Calon Anggota DPR RI yg skrng terpilih dan duduk di senayan.

Akan Tetapi Janji dan Kenyataan terkadang dalam prosesnya tidak sesuai dengan harapan, hal inilah yang kadang membuat Pro dan kontra antara blangko Beasiswa Gratis VS Kebijakan Universitas yg menuai problem.

READ  Di Hari Penutupan Sekolah advokasi dan media PMII UIN, FK - GARDA dan Pa'bicara resmi di launching

Salah satu Problemnya adalah dengan Surat Edaran Rektor pertanggal 21 Januari 2021 dengan Adanya Pembayaran Biaya Partisipasi bagi kelas Ekstensi atau Kelas Kerja yang seharusnya tidak dibebankan bagi Mahasiswa yang bukan kelas kerja.

Sehingga Apabila Biaya Partisipasi itu memang harus ada bagi kelas esktensi maka harus jelas pembayarannya diperuntukan untuk apa ?

Bukankah pada umumnya Pembayaran Perkuliahan yang ada adalah pembayaran SPP dan BPP, jadi jika Spp dan Bpp di Gratiskan kemudian ada tambahan biaya partisipasi hal inilah yg menjadi problem antara Beasiswa gratis Spp dan Bpp Vs Kebijakan Ujarnya

Tentu Saya sebagai Mahasiswa ataupun Mewakili sebagian Mahasiswa merasa bahwa Blangko Beasiswa Yang diprogramkan H. Haruna Sebagai Pendiri UIT dan Anggota DPR RI dengan Gratis BPP dan SPP itu sangat membantu Dunia pendidikan khususnya yang ingin melanjutkan studinya dengan terbatasi kemampuan ekonomi.

READ  HIMAGRO Unismuh Makassar gelar Mubes; ini ketua Terpilih

Akan tetapi jika Blangko Gratis SPP dan BPP ini dalam prosesnya ada tambahan Pembayaran Biaya Pastisipasi maka hal ini ada indikasi Pembayaran yang tidak beres dan menimbulkan problem baru bagi Mahasiswa.

Untuk apa uang Partisipasi padahal kami bukan kelas Eksitensi, Untuk apa biaya partisipasi padahal kami tidak mendapat Fasilitas Kampus dengan adanya Kuliah Online.

Ramli Usman
Mahasiswa Pascasarjana UIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here