BATARAMEDIA.COM | SMK Negeri 11 Bulukumba yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) untuk Jurusan Tata Busana.

Sekolah ini nantinya diharapkan menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja, serta menjadi rujukan atau pengimbas dalam peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah V Bantaeng – Bulukumba, Haris, S.Kom, MM, ketika membuka In House Training Pengembangan Kurikulum SMK PK di SMKN 11 Bulukumba yang diikuti seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Senin (2/8) lalu.

Turut hadir pada pembukaan IHT yang akan digelar 7 hari ini adalah Kepala Seksi Pembinaan SMK dan PKLK Abdul Sattar, S.Pi, MM, Pengawas Pembina Dr Imran Mappiare , M.Pd, Pengawas Satdik Mursaling, S.Pd, M.Pd, Ketua Komite H Amir Hamzah, dan mitra kerja dunia usaha dan industri Raba Daeng Tompo.

READ  Prof Jufri Sambut Baik Kegiatan Tertib Berlalu Lintas Polda Sulsel

Menurut Haris, tujuan khusus SMK-PK ini untuk memperkuat kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah dalam pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan.

Selain itu, memperkuat kualitas sumberdaya manusia SMK yang meliputi kepala SMK, pengawas sekolah, dan guru untuk mewujudkan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja.

Tujuan khusus lainnya adalah memperkuat kompetensi keterampilan nonteknis (softskill) dan keterampilan teknis (hard skills) peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta mengembangkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu juga bertujuan mewujudkan perencanaan yang berbasis data melalui manajemen berbasis sekolah, serta untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kompleksitas pada sekolah dengan menggunakan platform digital.

Termasuk tujuannya dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana praktik belajar siswa yang berstandar dunia kerja, dan memperkuat kemitraan dan kerja sama antara Kemendikbud, SMK dengan dunia kerja dalam pengembangan dan pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan.

READ  Plt Gubernur Sulsel Launching MPLS dan Apresiasi PPDB;

Sementara untuk target Program SMK-PK ini adalah terlait dengan kualitas dan kinerja, keselarasan dunia kerja, keterserapan lulusan, dan sebagai pusat keunggulan.

SMK Pusat Keunggulan, kata Kacabdisdik Wilayah V, merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.

Program SMK Pusat Keunggulan menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja.

“Olehnya itu, SMKN 11 Bulukumba ini yang telah terpilih dan ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan diharapkan ke depan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya,” tutur Haris yang berdarah Bugis Sinjai – Bone ini.

Sementara Kepsek Sayed Khaedir, S.Pd pada IHT itu mengharapkan perlunya dukungan pihak terkait untuk pengembangan SMKN 11 Bulukumba yang tahun ini telah ditetapkan sebagai SMK – PK oleh Kemendikbud.

READ  76 Tahun Indonesia Merdeka, Guru Honorer Siapa Peduli ?

“Untuk pengembangan sekolah, Kami perlu dukungan dan support dari semua pihak terkait untuk pengembangan SMK – PK di sekolah ini. Mudah-mudahan dengan label SMK – PK di SMKN 11 Bulukumba ini betul-betul dapat menjadi rujukan dan pengimbas bagi SMK-SMK sekitar sesuai harapan pemerintah,” harap Kepsek kelahiran 1987 ini

Sekarang ini SMKN 11 Bulukumba yang beralamat di Jalan Poros Sapobonto, Kec Bulukumpa, Kab Bulukumba, membina 107 siswa terdiri dari Jurusan Tata Busana, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, dan Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH).

“DI SMKN 11 Bukukmba ini hanya 2 orang yang berstatus ASN yaitu Kepsek dan Kasubag Tata Usaha, sisanya berstatus honorer yang berjumlah 20 guru, termasuk di dalamnya guru 3T,” ungkapnya.

 

Penulis : ARS

Editor.   : AB