BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar    Hanya berhitung hari pasca penetapan tersangka, bekas Kepala Desa Tanamalala, MD dan bendaharanya MT sudah digiring ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Selayar Jl Robert Wolter Mongisidi Benteng untuk ditahan. Kedua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) Desa Tanamalala tahun 2017 – 2019 akan ditahan selama 20 hari kedepan sejak Sabtu (04/09/21). Akibat perbuatan tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp 680.806.514,- berdasarkan hasil perhitungan kerugian yang dilakukan oleh Inspektorat Kepulauan Selayar. Besaran kerugian ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Selatan pekan lalu.

Sementara itu mantan Kepala Desa Labuang Pamajang, SI bersama bendaharanya ZB malam ini telah dijemput masing-masing dirumah kediamannya di Labuang Mangattik Desa Labuang Pamajang Kecamatan Pasi’masunggu Pulau Jampea oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pasimasunggu untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Kepulauan Selayar dengan menggunakan KML Sumber Surya yang dinakhodai Anwar guna diproses lebih lanjut. Sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Si yang menimbulkan indikasi penyalahgunaan anggaran APBDesa Labuang Pamajang senilai Rp 575.673.729,- selama tahun anggaran 2017 – 2019.

Bendahara Desa Labuang Pamajang, ZB ketika dimintai keterangannya di Mapolsek Pasi’masunggu sebelum dibawa ke Mapolres Kepulauan Selayar, Minggu (05/09/21) sekitar pukul 20.48 Wita malam ini menjelaskan,” Terus terang saya selaku bendahara desa hanya formalitas belaka. Sebab setiap kali pencairan dana desa, uang yang mencapai ratusan juta pertriwulan itu langsung diminta dan saya serahkan kepada SI. Adapun penggunaan anggaran itu, saya sendiri tidak tahu cara pembelanjaannya. Karena yang saya pegang hanya gaji dan honor perangkat desa termasuk biaya Alat Tulis Kantor (ATK). Demikian pula (Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) perangkat desa dan selain dari itu saya serahkan semua kepada SI selaku Kades Labuang Pamajang. Uang itu saya serahkan langsung dikontrakan pada saat pulang dari pencairan di PT Bank Sulselbar Cabang Selayar. Dan setiap kali ada proses pencairan oknum kepala desa pasti ikut ke Selayar.” terangnya.

READ  Mengenang Sambutan Bupati, HM Basli Ali Pada Pelantikan 54 Kades Terpilih Hasil Pilkades 05 Des 2019 APBD Desa Bukan Ladang Empuk Memperkaya Diri

Sehingga saya selaku bendahara desa sama sekali tidak tahu menahu tentang pembelanjaan dan penggunaan dana desa itu. Sebab semuanya dibelanjakan oleh oknum kepala desa termasuk pembayaran kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek desa. Uang yang saya bawa ke Jampea hanya gaji dan honor-honor. Tetapi jika itu yang sumbernya dari Pemerintah Pusat, saya serahkan semuanya. Hanya memang pertanggungjawabannya saya yang membuat. Sehingga kami hanya sebatas bendahara pencairan dan setelah itu uang ada semua ditangan oknum kepala desa. Kemudian juga perlu saya pertegas bahwa jabatan bendahara desa saya pegang sejak tahun 2015 – 2019.” tambah ZB kepada media ini.

ZH mengaku merasa heran dengan ulah dan perbuatan SI. “Herannya saya ketika mendapatkan informasi melalui media jika kerugian negara yang dialami akibat perbuatan hukum yang dilakukan oleh SI mencapai Rp 575 juta lebih. Kadang memang Kepala Desa Labuang Pamajang, SI menyampaikan kepada saya bahwa dirinya akan ke Makassar untuk membeli pupuk akan tetapi ketika kembali ke Selayar itu pupuk juga tidak ada. Makanya kadangkala saya bingun sendiri.” kata dia.

READ  Oknum Kepsek Di Jeneponto Terancam Pidana Terkait Dugaan Penganiayaan"LPK SULSEL Turunkan Kuasa Hukum

Apakah ada uang yang kamu terima selain dari gaji selaku bendahara dan honor sebagai anggota Tim Pelaksana Kegiatan ? Spontan dijawab oleh ZB,” Lillahi Ta’alah jika ada yang saya terima selain dari gaji dan anggota TPK. Itupun honor TPK saya terima sebab memang hak saya yang mesti saya terima.” jelas ZB yang mengaku baru saja tiba dari Flores kemarin malam.

Semantara itu menurut sumber di Mapolsek Pasi’masunggu menyebutkan jika saat akan dilakukan penangkapan, ZB sedang berada dirumah orang tuanya di Kampung Tangnga Desa Teluk Kampe. Lain halnya dengan bekas Kades SI. Ia baru saja pulang dari kebunnya. Mereka datang setelah anggota Polsek Pasi’masunggu menunggu sekitar satu jam. Karena SI tidak datang tepat waktu dan dikhawatirkan akan ketinggalan kapal maka dengan sangat terpaksa dua anggota Polsek Pasi’masunggu kembali menjemput SI di Labuang Mangattik. Saat tiba di Mapolsek, jam sudah menunjukkan pukul 21.23 Wita.

READ  Di duga Kinerja Kejaksaan Kab.Luwu Utara Dipertanyakan, Ketua (L.A.I) akan laporkan ke Kejati

Tampak mantan Kepala Desa Labuang Pamajang, SI menggunakan kopia warna hitam dengan baju levis biru tua yang dipadukan dengan celana levis biru muda saat tiba di Mapolsek Pasi’masunggu dengan menggunakan kendaraan roda dua yang mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Sedangkan bendahara desa, ZB datang lebih awal di Mapolsek dengan diantar oleh sepupu satu kalinya. Ia mengenakan switer warna abu-abu dan dipadukan dengan celana warna coklat muda serta topi warna hitam. Tepat pukul 22.15 Wita malam ini KLM Sumber Surya lepas jangkar di Pelabuhan Benteng Jampea menuju Pelabuhan Laut Rauf Rahman Benteng ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB