BATARAMEDIA.COM | Sedikitnya 141 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan telah mengikuti assesment administrator dan seleksi terbuka untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama selama 4 hari yang dimulai sejak Senin hingga Jumat besok (13/08/21) dan minus Rabu kemarin. Anggaran yang dikucurkan untuk pelaksanaan assesment ini tidak tanggung-tanggung mencapai angka hampir Rp 600 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Selayar tahun 2021. Untuk eselon III disiapkan anggaran sebesar Rp 400 jutaan sedangkan untuk asesment eselon II senilai Rp 170 jutaan.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Selayar melalui Kepala Bidang Mutasi dan Pensiun, Rudy Apriady Ekaputra, ST disela-sela pelaksanaan assesment di Gedung SMPN I Benteng, Kamis (12/08/21) sekitar pukul 09.05 Wita pagi tadi.

Hari ini, Kamis 12 Agustus lanjut Rudy, pelaksanaan assesment kita fokus pada eselon III untuk 70 orang sedangkan sisanya sebanyak 61 orang akan dilaksanakan besok, Jumat (13/08/21). Sudah termasuk pelamar sebanyak 11 orang untuk dua jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang lowong yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian serta Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja. Sementara 130 ASN lainnya mengikuti uji kompotensi sebagai evaluasi atas kinerja yang dimilikinya selama menduduki jabatannya pada eselon III selama ini.” pungkasnya.

READ  Bupati Barru dan Forkopimda Ikuti Rakor Penanganan Covid-19.

Pelaksanaan assesment ini diawali dengan pembukaan pendaftaran dan seleksi terbuka pada pekan lalu. Dan hari ini, sebanyak 70 ASN sedang mengikuti tahapan wawancara oleh Panitia Pelaksana (Pansel) untuk mendalami hasil assesment sekaligus mengeksplor potensi dan kompotensi yang mereka miliki dengan kecocokan jabatan yang dipilih. Sehingga kinerja para pejabat nantinya, baik eselon II, III dan IV dalam lingkup Pemda Kepulauan Selayar akan lebih maksimal.” Rudy menambahkan.

Iapun mengimbuhkan, untuk tahun 2021 ini, Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar akan memetakan kompotensi pejabat administrator dan juga sejumlah perwakilan pejabat pengawas. Disamping itu juga akan menyusul pemetaan kompotensi Pimpinan Tinggi Pratama yang dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan protokol kesehatan.” kata Kabid Mutasi dan Pensiun pada BKPSDM Kepulauan Selayar ini.

READ  Bakar Sampah Untuk Mengusir Nyamuk Kandang Ternak Ikut Terbakar

Ketua Tim Assessor Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Sulawesi Selatan, Rusham yang dikonfirmasi media ini di SMPN 1 Benteng tadi pagi mengemukakan bahwa output yang ingin dicapai pada dasarnya adalah pemetaan dari seluruh eselon III khususnya pada pemetaan administrator. Apalagi saat ini gencar-gencar para ASN untuk memperkuat manajemen talenta. Dan ini merupakan suatu keharusan memang mulai tahun 2021.

Tugas kami itu lanjut Rusham adalah mengassesment para ASN khususnya pemegang jabatan eselon II, III dan IV pada lingkup Pemda Kepulauan Selayar. Menilai potensi dan kompotensi seorang ASN. Dan ini sudah tahapan terakhir. Tahapan pertama sudah dilaksanakan yang namanya psikotes pada Senin yang lalu. Dan masing-masing orang itu ada 4 item unsur penilaiannya. Yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisa kasus. Karena pejabat eselon III diberi satu kasus. Dan mereka menjawab penilaian analisasi kasus itu. Misalnya bagaimana menulis satu proposal untuk menyelesaikan suatu masalah.

READ  DPW MOI Provinsi NTT Serah Terima Bantuan Badan Hukum Kepada Pemilik Media di Gorontalo

Selain potensi dan kompotensi itu, tugas kami outputnya adalah nilai kompotensi dan potensi. Sedangkan masalah penempatan dan posisi jabatan adalah hak prerogatif Pemda. Dan kita dari asessor tidak ikut campur. Sehingga perlu kami perjelas bahwa pejabat eselon II belum ikut pada assesment kali ini. Memang pada hari Senin kemarin kita buka seleksi terbuka untuk dua jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Yaitu pelamar yang 11 ASN. Dan itu terpisah yang pelaksanaannya ditargetkan pada awal September mendatang untuk mengisi dua jabatan JPT Pratama. Yakni Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Penanaman Modal.” paparnya.

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB