BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Muhammad Rafsel Ali dalam kunjungan masa resesnya di Daerah Pemilihan (Dapil I) Propinsi Sulawesi Selatan dan khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar akan menyalurkan bantuan untuk biaya pendidikan, sosial dan keagamaan dihampir semua wilayah pedesaan baik didaratan Pulau Selayar maupun dilima wilayah kecamatan pulau.

Totalnyapun tidak tanggung-tanggung berada dikisaran angka Rp 4,4 miliar. Hal itu terungkap saat saudara kandung HM Basli Ali Bupati Kepulauan Selayar melakukan silaturrahim dengan sejumlah pekerja kuli tinta di Dierre Cafe Jl Suwondo Parman Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, Senin (25/10/21) sekitar pukul 19.00 Wita malam ini.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Rafsel Ali mengungkapkan bahwa hingga akhir periodenya tetap akan berjuang dengan segala bentuk kekuatan untuk memberikan bantuan kepada seluruh wilayah desa yang ada di Bumi Tanadoang ini. “Insha Allah sampai akhir periode saya sebagai anggota Komisi VI DPR RI akan tetap memperjuangkan bantuan hingga semua wilayah desa dapat tersentuh. Karena menurutnya, sebagai wakil rakyat di Parlemen adalah merupakan sebuah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.” ungkapnya.

READ  Bupati Barru Buka Webinar Pendidikan Dan Beasiswa Yang Digelar SEMMI Cabang Barru dan Intitut Parahikma

Berdasarkan agenda resesnya di Kabupaten Kepulauan Selayar akan berlangsung hingga 29 Oktober mendatang. Penyaluran bantuan pendidikan, sosial dan keagamaan adalah merupakan salah satu item dari 16 kegiatan yang akan dilakukan. Termasuk diantaranya acara silaturrahim dengan awak media malam ini.” katanya.

Terkait persoalan beberapa pembangunan bendungan dan irigasi di Pulau Jampea yang meliputi 2 wilayah kecamatan yaitu Pasi’masunggu dan Pasi’masunggu Timur, ada sejumlah bendungan yang belum memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat setempat. Diantaranya pembangunan bendungan di Balobboro di Desa Lembang Baji, Bendungan Pakangkang di Desa Ma’minasa, Bendungan Parang Timallang di Desa Bontojati, Bendungan Lembang Lauro di Desa Bontobaru. Khusus Bendengan Raksasa Balobboro di Desa Lembang Baji Kecamatan Pasi’masunggu Timur mestinya harus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Karena anggarannya pula bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 yang telah menghabiskan anggaran senilai kurang lebih Rp 50 miliar. Tetapi tidak pernah memberikan manfaat sama sekali kepada masyarakat di daerah itu.

READ  HPMB-Raya Gelar Kongres ke-VII, ini ketua Terpilih

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh BATARAMEDIA.COM di Pulau Jampea bahwa sebelum dibangun Bendungan Raksasa Balobboro, para petani sawah itu bisa panen dan menanam padi hingga dua kali dalam setahun. Namun yang mirisnya karena setelah terbangunnya bendungan raksasa ini ternyata andaikan dua kali dalam setahun, satu kali saja sangat kesulitan jika tidak dibantu dengan tadah hujan. Olehnya itu, masyarakat setempat menganggap bahwa pembangunan bendungan Balobboro itu hanya memberikan malapetaka bagi mereka.

Olehnya itu kata M. Daeng Siudjung Nyulle dari BATARAMEDIA.COM meminta agar melalui kesempatan ini diharapkan anggota Komisi VI DPR RI dapat menyampaikan kepada Komisi V di Senayan untuk memberikan perhatian yang lebih khusus terhadap masyarakat petani sawah di Pulau Jampea sehingga dapat memberikan manfaat dan hasil yang signifikan. Sementara itu, Muhammad Rafsel Ali berjanji akan menyampaikan kepada Komisi V di Senayan yang membidangi pembangunan.

READ  Tim SAR dan Tagana Dinsos Selayar Evakuasi Warga Kampung Sicini' Jeneponto di Kampung Sa'a Selayar

 

Penulis : DSJ

Editor.   : AB