Aliansi Pemuda Peduli Kemanusiaan gelar Aksi di RSUD Batara Siang Pangkep

227

BataraMedia | Pangkep  – Aliansi Pemuda Peduli Kemanusiaan menggelar Aksi terkait Dugaan Kelalaian di RSUD Batara Siang, Padoang Doangan, Kec. Pangkajene, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. Pada hari Selasa, 17/8/2021

Belum selesai kasus terkait dugaan kelalaian pasien ibu hamil, kembali lagi rumah sakit diduga melakukan kesalahan fatal. Bayi yang baru lahir beberapa hari yang lalu, juga di keluarkan dari rumah sakit karena ibunya terindikasi reaktif covid-19.

Supriati selaku Keluarga Pasien mengatakan bahwa Pasien atas nama Supriati yang belum sempat melihat bayi lantaran ia dipisahkan karena menunggu hasil LAB PCR dari Makassar kini harus meratapi kesedihannya, karena bayi yang sangat ingin dia lihat tersenyum kini harus menghembuskan nafas terakhirnya karena tidak pernah merasakan ASI secara langsung dari ibunya sejak ia lahir. “Itu anak dari lahir cuman diberikan susu formula, sedangkan dia menolak dan menangis terus kalau diberikan susu begitu, bahkan tidak ada persetujuan orang tua terkait hal itu, langsungji di kasih supaya katanya tidak berhenti menangis. Ujarnya”

READ  LMP Sulsel lakukan bakti sosial dengan cara Donor darah

Menurut pihak keluarga semenjak bayi tersebut dikeluarkan dari rumah sakit tidak ada satupun pihak Rumah Sakit yang datang kerumah pasien untuk melihat atau memberikan perawatan khusus terhadap bayi tersebut sampai ia meninggal dunia. Yang ada malah salah satu pihak puskesmas datang dan ingin melakukan swab test kepada pihak keluarga namun ditolak karena tidak ada alasan yang jelas mengapa ingin melakukan swab test kepada pihak keluarga.

Maskur selaku Koordinator Aksi mengatakan bahwa ini adalah soal rasa Kemanusiaan karena Sangat disayangkan harusnya pihak Rumah Sakit mestinya mengutus perawat atau bidan untuk melakukan perawatan khusus atau minimal dicek setiap hari kondisi bayi tersebut, apalagi pihak rumah sakit mengetahui bahwa ibunya sedang dalam ruang isolasi

READ  Di Hari IWD 2021, Ketua Perempuan Bangsa PKB Ajak Maknai Kepemimpinan Perempuan

Kami dari dari aliansi pemuda pemerhati kemanusiaan meminta kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas permasalahan ini, dan apabila tuntutan kami tidak dipenuhi kami akan melakukan aksi besar-besaran lanjutan.

Peserta aksi yang disambut langsung oleh Herlina, S.Si.Apt.M.Kes selaku kepala Dinas kesehatan dan dr. H. Annas Ahmad, Sp.B.,M.Kes selaku Direktur Rumah Sakit mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada Puskesmas di Sarappo Lompo untuk dilakukan monitoring kepada bayi tersebut, tapi sayangnya pihak rumah sakit sendiri baru mengetahui bahwa pasien tersebut bukan pasien rujukan dari puskesmas yang mereka maksud melainkan pasien yang berdomisili di Minasatene untuk sementara.

Laporan : Putra

Editor     : Ab

READ  Dukung Penuh Pengawasan Pemilu, Pemprov Sulsel serahkan Toyota Hiace Kepada Bawaslu