Bataramedia.com | Samarinda  – Fleksibilitas dan otonomi yang diberikan kepada kepala sekolah dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) wajib diimbangi dengan akuntabilitas dan transparansi penggunaan Dana BOS. Agar masyarakat sekitar sekolah, komunitas dan orang tua bisa melihat dana BOS itu digunakan untuk apa saja, “ini untuk meningkatkan transparansi,” kata Mendikbud Nadiem Makarim.

Melalui Mendikbud serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, sangat mendukung transparansi penggunaan dana BOS. Ya wajib transparan karena itu uang rakyat, hak rakyat atau siswa, tutur Tri Raharjo, MM Kepala SMK Negeri 18 Samarinda diruang kerjanya (3/11/2020).

Disisi lain harus dikelola untuk hak mereka (siswa,red) melalui sistem manajemen yang benar untuk kemajuan pendidikan, “sekolah bukan milik kepala sekolah, sekolah milik sistem demi kemajuan pendidikan”.

READ  Kadisdik Sulsel Studi Wawasan tentang BLUD di SMKN 6 Yogyakarta

Tetapi diduga masih ada oknum kepala sekolah yang merasa dana BOS miliknya dengan sengaja tidak membangun sistem pengelolaan anggaran yang benar.

“Jika hal ini terjadi diyakini sekolah ya stagnan atau tidak ada kemajuan dan berakibat civitas akademik stag”.

Transparansi wajib hukumnya dengan memulai perencanaan sesuai juklak-juknis yang ada, penggunaan dana BOS wajib diinformasikan ke masyarakat sekolah, informasi penggunaan anggaran menjadi haknya publik.

Insya’allah jika sistem dijalankan dengan baik dan benar sekolah dipastikan akan maju, siswanya senang dan rajin belajar serta guru semakin termotivasi bekerja dgn semangat, ucap Tri.

 

Laporan : Remal

Editor     : at

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here