BATARA MEDIA.COM |  Ketika seorang menyandang profesi advokat, maka patokannya hanya berdasar atas dasar UU Advokat yang mengatur tentang profesi advokat. Jika mereka para Anggota dan Pengurus LBH, juga akan demikian hal nya, sebagaimana banyak tersebar pada POSBAKUM baik di lembaga peradilan maupun pada berbagai representative kantor LBH. Kamis, (25/03/2021).

Perlu diingat, bahwa Tak satupun UU atau produk hukum mengatur bahwa pemberi kuasa harus tertuju kepada penerima kuasa hanya pada profesi advokat.

“Menimbang bahwa sebagai undang-undang yang mengatur profesi,
seharusnya UU No.18 Tahun 2003 tidak boleh dimaksudkan sebagai sarana legalisasi dan legitimasi bahwa yang boleh tampil di depan pengadilan hanya advokat. karena hal demikian harus diatur dalam hukum acara. padahal hukum acara yang berlaku saat ini tidak atau belum mewajibkan pihak-pihak yang berperkara untuk tampil dengan menggunakan pengacara (verplichte procureurstelling).

READ  Pelatihan dasar kewirausahaan program Bantuan modal Angkatan IV di gelar, Pendampingnya titip Harapan

Oleh karena tidak atau belum adanya kewajiban demikian menurut hukum acara, maka pihak lain di luar advokat tidak boleh dilarang untuk tampil mewakili pihak yang berperkara di depan pengadilan. Hal ini juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat saat ini di mana jumlah advokat
sangat tidak sebanding, dan tidak merata, dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang memerlukan jasa hukum;..”

Verplichte procureurstelling ini antara lain dianut dalam Reglement op de
Rechtsvordering(“Rv”). 77 Mengutip hukumpedia, Rv merupakan hukum acara perdata yang berlaku bagi orang ‘Eropa’ dan ‘Timur Asing’ yang berada di Indonesia.

Pasal 106 Rv menyatakan penggugat diwajibkan menunjuk pengacara, dengan ancaman bahwa gugatannya akan batal. Di Indonesia, verplichte procureurstelling ini tidak berlaku karena, seperti ditegaskan dalam Putusan MK di atas, dalam hukum acara, khususnya hukum acara perdata di Indonesia, tidak ada kewajiban bagi penggugat untuk diwakili oleh
pengacara atau advokat pada saat berperkara di pengadilan.

READ  Rindu sesama teman SMA, Ikatan alumni SMA/STM PEPABRI MAKASSAR gelar Temu Kangen

Jadi sebagaimana pernah disebutkan pada saat terdahulu, maka penting bagi Kita semua satu kesepahaman akan organisasi advokat sebagai milik masyarakat bangsa dan negara dengan beranggotakan siapapun yang ingin menjadi Anggota nya.

“Pendapat boleh berbeda, akan tetapi tujuan sama demi kepentingan Klien”.

Advocat adalah penyeimbang kekuasaan kehakiman, kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar, memerlukan profesi Advokat bebas, mandiri,dan bertanggung jawab, untuk terselenggaranya suatu peradilan yang jujur,adil dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan.

Salam sehat dan sukses selalu
(An Syamsul Rijal, SH.)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here