BATARAMEDIA.COM | BANTAENG – Ratusan Pemuda Menggelar Aksi Demonstrasi di depan Polres Bantaeng, Jl. Sungai Bialo, Kab. Bantaeng. Kamis, 7/10.

Aliansi Pemuda Bantaeng merupakan gabungan dari OKP yang terdiri dari PC. PMII Bantaeng, HPMB, PC. Fatayat NU Bantaeng, PC. GP Ansor Bantaeng, PC. IMM Bantaeng, PC. IPNU/IPPNU Bantaeng, PD IPM Bantaeng, HMI Persiapan Cabang Bantaeng, Nada Merah, LKMB, KaPeKa, Pemuda Pemerhati NKRI, dan FPM.

Para pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bantaeng mendesak Polres Bantaeng untuk tidak main-main menangani Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Bantaeng.

Aksi turun kejalan ini bertujuan untuk mendesak Polres Bantaeng sebagaimana kasus kekerasan seksual ini adalah melanggar hukum, maka pelaku atas nama Rusdi dan Rijal harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Polres Bantaeng jangan pernah gelap mata dalam menangani kasus ini.

READ  Kepala Desa Bulu Sirua Diduga Curang dalam Pemilihan Anggota BPD, Masyarakat sampaikan keberatan.

Jika Kapolres tak mampu menyelesaikan kasus ini, maka Kapolres harus angkat kaki dari Bantaeng. Polres harus memberikan perhatian khusus dalam menjamin hak dan keamanan perempuan, agar tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan perempuan selanjutnya. Pungkasnya

Kami dari Aliansi Pemuda Bantaeng, mengajak Polres Bantaeng untuk sama-sama menyegel tempat yang dijadikan perdagangan Manusia (Human Trafficking). Ucap Jendlap Aksi, Risdawati Majid.

Fitri yang tergabung dalam solidaritas perempuan untuk kekerasan seksual yang juga ketua KOPRI PMII Cabang Bantaeng dalam orasinya menyatakan bahwa tersangka pelaku pemerkosaan diadili sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ujarnya

Lanjut, Selain itu kasus pemerkosaan yang dialami anak di bawah umur di kabupaten Bantaeng belum juga menuai hasil setelah ditangani polres Bantaeng tiga bulan terakhir. Fakta tersebut menunjukkan buruknya kinerja kepolisian di kabupaten Bantaeng. Tutupnya.

READ  Saber Pungli Polres Selayar OTT Petugas Pelabuhan Pamatata

Sementara itu Kapolres Bantaeng berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dan tidak melakukan pembiaran terkait kasus pelecehan anak dan perempuan

Laporan : SL

Editor.     : AB