BATARAMEDIA.COM, Kepulauan Selayar    Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi mantan Kepala Desa Labuang Pamajang dan bekas Kepala Desa Tanamalala di Pulau Jampea sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan. Jika tak ada halangan pekan depan Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor akan melimpahkan barang bukti dan tersangka Sumaila dan Masdar S kepada Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar. Termasuk bendahara Desa Labuang Pamajang, Zubair dan Bendahara Desa Tanamalala, Mustamal kala itu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Selayar melalui Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor), Ipda Suhardiman, SH, M.Si dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat Polres, Ipda Jajang Solehuddin menyatakan,” Untuk berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dua mantan kepala desa di Pulau Jampea Kecamatan Pasi’masunggu masing-masing Sumaila selaku bekas Kades Labuang Pamajang dan bekas Kades Tanamalala, Masdar S sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri. Demikian pula untuk tersangka mantan Kepala Urusan Keuangan Desa Tanamalala, Mustamal dan Zubair selaku eks Kepala Urusan Keuangan Desa Labuang Pamajang.

READ  Dugaan pelanggran kegiatan di Wilayah hutan lindung (HL) desa batu putih kec.burau luwu timur masi bergulir di polres

Jika tak ada aral yang menghalangi awal pekan depan ke 4 tersangka akan dilimpahkan ke Kejaksaan bersama dengan barang buktinya untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatan melawan hukum dengan melakukan dugaan tindak pidana korupsi maka masing-masing tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah menjadi UU RI Nomor : 20 Tahun 2021 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar rupiah.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Kepulauan Selayar mantan Kepala Desa Labuang Pamajang, Sumaila dan bendaharanya Zubair telah merugikan negara senilai Rp 575.673.729,- selama tahun anggaran 2017 – 2019. Sementara itu bekas Kepala Desa Tanamalala, Masdar S bersama bendaharanya, Mustamal dinilai jauh lebih besar dan mencapai angka Rp 680.806.514,- di tahun yang sama. Kedua mantan kepala desa ini masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar.” ungkap Suhardiman.

READ  Marak Dugaan Korupsi di Selayar Pegiat Anti Korupsi Sulawesi, Djusman AR Angkat Bicara

Penyerahan ke 4 tersangka dan barang bukti ini ke Kejaksaan lanjut Ipda Suhardiman tersisa menunggu hasil koordinasi penjadwalan dengan Kepala Satuan Intel (Kasat Intel) Polres Kepulauan Selayar Iptu Andi Agus. Tapi yang kita rencanakan awal pekan depan.” pungkasnya.

Lanjut Suhardiman, setelah penyerahan berkas perkara dan barang bukti untuk kedua mantan kepala desa di Pulau Jampea, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi akan kembali memproses dua bekas kepala desa diwilayah kecamatan yang berbeda. Mantan Kepala Desa Kahu-Kahu, AMR di Kecamatan Bontoharu dan bekas Kepala Desa Menara Indah, MTF di Kecamatan Bontomate’ne Kepulauan Selayar. Sedangkan oknum Kepala Desa Bontolebang, MA di Kecamatan Bontoharu sedang menunggu antrian.

READ  (BBWSPJ) kembali mendapatkan sorotan tajam dari Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-Kontak)

Berkat kerjasama dan bantuan media selama ini sehingga untuk tahun 2021 ini, Unit Tindak Pidana Korupsi pada Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kepulauan Selayar telah menempati peringkat ketiga penyelesaian kasus korupsi diwilayah Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Berada diposisi teratas adalah Polres Bulukumba sebanyak 5 kasus, Makassar 3 kasus dan Selayar 3 kasus.

Dikonfirmasi via selulernya malam ini sekaitan status hukum dua mantan kepala desa di Pulau Jampea, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri, La Ode Fariadin, SH membenarkan. ” Berkas perkara Sumaila bersama Zubair di Desa Labuang Pamajang sudah P21 dan demikian pula Masdar S bersama bendaharanya Mustamal di Desa Tanamalala.” katanya.

 

 

Penulis : DSJ

Editor.  : AB