Batara Media | Jakarta, –  Sebanyak 5 orang pelaksana kehumasan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) yang dihelat di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jl.Wahid Hasyim No.6 Jakarta Pusat. Kamis, 28 Januari 2021.

4  utusan Kanwil Kemenag Sulsel dan 1 orang dari Kantor Kemenag Kota Palopo ini tanpa ada keraguan sedikitpun hadir di ibu kota meskipun Pemprov DKI Jakarta tengah memberlakukan status PSBB akibat meningkatnya sebaran Covid 19.

“Ini momentum yang sangat kita tunggu-tunggu. Sudah cukup lama kita menantikan ini dan akhirnya hari ini dapat terealisasi. Inshaa Allah 5 orang peserta dari Sulsel bisa lulus inpassing ini”, ucap H. Mawardi, Humas Senior Kanwil Kemenag Sulsel usai mengikuti ujian.

READ  Presiden Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2021

Hal senada diungkapkan Rudy Purwanto, pelaksana kehumasan Kemenag Kota Palopo yang memilih formasi Pranata Humas Pertama. “Saya pun optimis lolos inpassing. Apalagi saya satu-satunya peserta dari Kabupaten – Kota se Sulawesi Selatan yang mengikuti ujian inpassing ini”, tuturnya.

Meskipun peserta yang hadir telah dinyatakan bebas covid melalui surat keterangan rapid antigen sebagaimana yang dipersyaratkan untuk bisa mengikuti seleksi ini, namun panitia pelaksana sengaja menggelarnya selama tiga hari berturut-turut demi menerapkan protokol kesehatan, social distancing.

Untuk diketahui bahwa uji kompetensi JFPH ini dilaksanakan dalam rangka penyesuaian atau inpassing jabatan para pelaksana kehumasan di lingkungan Kemenag.

Adapun jalannya uji kompetensi berlangsung dalam 2 sesi, yaitu ujian tertulis pada sesi pertama dan wawancara pada sesi kedua dengan durasi waktu sekira 5 jam lamanya.

READ  Silaturahmi ke PBNU, Menag Sampaikan Pesan Presiden tentang Kemandirian Pesantren

Mengutip sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Nizar Ali, sebagaimana rilis Humas Kemenag RI yang memberitakan seremoni pembukaan uji kompetensi ini, Nizar menilai bahwa Humas memiliki peran strategis bagi perbaikan pelayanan informasi publik Kementerian Agama.

“Humas memiliki peran strategis bagi Kementerian Agama. Apalagi kita memiliki tidak kurang dari 4.591 satuan kerja Kemenag dari pusat hingga daerah”, ucapnya.

Ia menyebutkan, dengan uji kompetensi ini diharapkan dapat menghasilkan insan kehumasan Kemenag yang mumpuni untuk melakukan orkestrasi informasi dari pusat hingga daerah. “Kenapa harus melakukan orkrestasi? Karena informasi yang disebarkan di tingkat pusat dan daerah harus padu. Ini bisa dilakukan jika pranata humas Kemenag memiliki kompetensi yang baik”, kata dia.

READ  Rakernas FKPT Se-Indonesia, Boy Rafli Amar Himbau Tingkatkan Kewaspadaan

“Pranata humas diharapkan dapat menjadi influencer pemerintah. Ini penting, sebagai
upaya agar masyarakat merasakan betul keberadaan Kementerian Agama,” imbuh Nizar.

Usai mengikuti uji kompetensi, 5 orang pelaksana kehumasan akhirnya kembali ke Makassar, Jum’at, 29 Januari 2021, untuk selanjutnya mempersiapkan peliputan kunjungan Kakanwil Kemenag Sulsel dalam penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat.

Laporan : Jufri

Editor     : Ts