Kajari Selayar Letakkan Batu Pertama Pembangunan RKB SMAN 8 Selayar

DAERAH

BATAREDIA.COM, KEPULAUAN SELAYAR –  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Selayar, Adi Nuryadin Sucipto, SH MH kemarin, Rabu 10 Agustus 2022 sekitar jam 09.00 Wita bersama Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) dalam kapasitasnya sebagai Jaksa Pengacara Negara melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Selayar di Baruia Desa Buki Kecamatan Buki Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut Pendampingan Hukum dari Dinas Pendidikan Propinsi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Kepala Seksi Datun, Andri Zulfikar, SH MH yang mendampingi Kajari ketika dimintai keterangan persnya kepada media ini menjelaskan,” Adapun besaran pagu anggaran untuk pembangunan RKB dengan mobilernya senilai Rp 606.744.000,00 sedangkan untuk pembangunan ruang Laboratorium Kimia lengkap dengan mobilernya senilai Rp 500.813.000,00 dan anggaran senilai Rp 303.372.000,00 yang diperuntukkan bagi ruang Laboratorium Komputer dengan sumber dana berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022.

Pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk dimulainya kegiatan yang akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.410.929.000,00 oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Kajari Kepulauan Selayar dengan harapan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Kegiatan ini selain dihadiri oleh Pokmas juga dihadiri oleh para guru SMAN 8 Selayar serta disaksikan Kepala SMAN 8 Selayar, Firdaus, Kepala Desa Buki, Muhammad Said, Ketua Komite, Jamaluddin dan Ketua Pokmas, Marsudi.” ujar Andri Zulfikar.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala SMAN 8 Selayar, Firdaus. Sebelum dilakukan peletakan batu pertama lanjut Firdaus, Kajari Kepulauan Selayar telah memberikan arahan supaya pembangunan DAK ini harus dilaksanakan dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh siswa dan siswi dengan tetap mengedepankan kualitas dan mutu.

Baik Inspektorat maupun Kejaksaan tidak bisa mengambil keuntungan dari kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar terutama yang ingin ikut bertanggungjawab dalam pelaksanaannya.” kunci Firdaus. (M. Daeng Siudjung Nyulle)