Bimtek Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi Covid-19 Oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dan DPK Sulawesi Selatan

PENDIDIKAN

BATARAMEDIA.COM – Arsip Nasional Republik Indomesia (ANRI) sebagai pembina kearsipan nasional bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 bertempat di Aula DPK SulSel, Rabu ( 22/06/2022)

Kabid Kearsipan DPK SulSel, Dr.H.Basri,S.Pd.,M.Pd
Dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 60 OPD Pemprov.SulSel, mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti bimbingan teknis ini, dan yang menjadi sasaran bimbingan teknis arsip penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD SulSel, Dinas Kesehatan dan Biro Hukum Pemprov SulSel.

Basri juga menberi ucapan selamat datang kepada tim ANRI dengan gaya dan ciri khasnya yang santun dan bersahabat, memperkenalkan beberapa kuliner Khas Makassar yang layak di coba oleh Tim ANRI.

” Selamat datang kami ucapkan kepada bapak/ ibu dari ANRI yang telah hadir di tengah kita untuk melaksanakan bimtek terkait arsip penanganan Covid-19, semoga setelah berkeliling di Makassar dapat menikmati kuliner khas Makassar seperti coto, pallubasa,pallumara dan juga pallucella.

Lanjut H.Basri, saya sebagai Kabid Kearsipan DPK SulSel, sekali lagi mengucapkan selamat atas kedatangan Tim ANRI, Semoga para arsiparis yang hadir mewakili OPD masing-masing dapat belajar terkait penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19,”tutupnya,.

Selanjutnya, Direktur Akuisisi ANRI Wawan, SIP., MAP yang membuka acara Bimbingan Teknis mengemukakan dalam sambutannya terkait landasan hukum kegiatan ini.

Adapun landasan hukum terkait kegiatan ini yaitu, Pasal 33 UU nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dan Surat Edaran Kemenpan RB terkait Reformasi Birokrasi (PANRB)
Nomor 62 tahun 2020 tentang Penyelematan Arsip Penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid 19),” terang Wawan.

Dalam paparannya kemudian, Wawan menerangkan bahwa ANRI sebagai abdi negara yang diberi tugas terkait kearsipan memiliki fungsi sebagai penyelanggara perlindungan negara di bidang kearsipan dan sebagai perlindungan hak-hak keperdataan rakyat.

ANRI juga lanjut Wawan, sebagai penanggung jawab negara di bidang kearsipan mendapatkan mandat dari negara memiliki tiga program.

“Program pertama yaitu penyelamatan arsip statis nasional, dua yaitu perlindungan dan penyelamatan arsip terjaga, dan ketiga adalah penyelamatan arsip penanganan Covid 19,” terangnya.

“Poin ketiga inilah yang kita akan lakukan agar arsip-arsip terkait penanganan Covid 19 dapat kita jaga melalui kegiatan bimbingan teknis yang sebentar akan dibawakan materinya, kita ketahui pandemi Covid 19 ini sebagai bencana dunia bukan hanya menyerang di bidang kesehatan akan tetapi juga menyerang sektor-sektor lain untuk itu arsip terkait penanganannya perlu diselamatkan” ulasnya

Kepala UPT Arsip dan Direktur Akuisisi ANRI “Dengan ini bimbingan teknis Penyelamatan Arsip Penanganan Virus Corona Disease (Covid 19) resmi saya buka,” tutup Direktur Akuisisi ANRI.

Dalam bimtek ini, Arsiparis Utama Drs. Asep Muchtar Mawardi, M.Hum membawakan materi Implementasi Penyelamatan Arsip Covid 19. Kemudian disusul oleh pemateri kedua Arsiparis Muda Nunung Kurnia, M.Hum membawakan Proses Akuisisi dan Jenis Arsip Covid 19.

Turut hadir dalam Bimtek Penyelamatan Arsip Penanganan Virus Corona Disease adalah Kepala UPT Arsip DPK Sulsel, Irwan, koordinator Arsiparis Sulsel Irzal Natsir serta para Arsiparis lingkup DPK SulSel.

Koordinator Kelompok Substansi Kearsipan Pusat II, Tuti Sri Widayanti menyampaikan maksud dan tujuan “Bimtek ini ini adalah untuk memberikan panduan kepada pencipta arsip dan lembaga kearsipan dalam melaksanakan pengelolaan arsip penanganan pandemi covid 19 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kaidah kearsipan dalam rangka perlindungan, pengamanan dan penyelamatan bukti akuntabilitas anggaran dan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta menjamin ketersediaan arsip untuk generasi yang akan datang,” terang Tuti Sri Widayanti.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Kearsipan Pusat, Azmi menyampaikan bahwa arsiparis dan penyelenggara kearsipan memiliki peranan penting dalam menyelamatkan dan mendokumentasikan arsip penanganan pandemi COVID-19 sehingga dapat diwariskan dan dipelajari untuk generasi mendatang.

Pada kesempatan ini, ditayangkan pula video Pengelolaan Arsip Penanganan Pandemi Covid 19. Setelah itu, pemberian materi oleh narasumber. Pertama, materi Pengelolaan Arsip Penanganan COVID-19 di Lingkungan Kementerian Kesehatan disampaikan oleh Sumarjaya selaku Plt. Kepala Biro Umum pada Kementerian Kesehatan RI.

Kemudian, disampaikan materi mengenai Penyelamatan Arsip Penanganan Pandemi COVID-19 di Lingkungan BNPB dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 oleh Ery Supartini, Kepala Biro SDM dan Umum pada Badan Nasional Penangguangan Bencana.

Materi terakhir, Strategi Penyelamatan Arsip COVID-19 “Pemberian Izin Vaksin Covid 19 di Indonesia” oleh Popy Alia, Kepala Bagian Rumah Tangga Badan Pengawasan Obat dan Makanan.